Beritaboladunia.net - Pelatih Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman tidak setuju jika regulasi marquee player dianggap gagal pada Liga 1 musim 2017. Sebab, Hasnur menilai bahwa marquee player yang direkrut oleh Barito Putera tampil bagus.
Barito Putera merekrut marquee player pada sosok Douglas Packer.
Pemain asal Brasil tersebut juga pernah bermain bersama Juventus Juventus dan Siena. Karena itulah, Douglas dianggap sebagai marquee player di Liga 1.
Douglas sendiri sering dijadikan pemain starter bagi Barito Putera.
Pelatih Jacksen F Tiago memercayakan satu tempat di lini tengah skuat Laskar Antasari kepada sang pemain.
“Kontribusi Douglas menurut saya sangat memuaskan. Itu terbukti dari seringnya dia tampil sebagai pemain inti.”
“Douglas juga mencetak banyak gol yang membantu Barito Putera meraih kemenangan,” tutur Hasnur.
Douglas tampil menonjol jika dibandingkan dengan pemain asing Barito Putera lainnya.
Pemain berusia 30 tahun tersebut sudah mencetak enam gol, hanya kalah banyak dari Rizky Pora, dan mencatat empat assist untuk Barito Putera.
Meskipun begitu, Hasnur masih belum bisa memastikan apakah akan memperpanjang kontrak Douglas pada kompetisi musim depan.
Hasnur masih menunggu evaluasi tim pelatih dan juga regulasi yang akan dipakai musim depan.
“Kami ingin tahu lebih dulu regulasi yang dipakai musim depan seperti apa, sebelum ambil keputusan apakah masih akan pakai marquee player atau tidak,” ucapnya.
Sementara itu, jika boleh memilih, Hasnur lebih senang jika Liga 1 musim 2018 mendatang tidak memakai marquee player.
Sebab, tidak semua klub mampu mengontrak marquee player dan tidak ada standar yang jelas sebagai acuannya.
Hasnur justru lebih senang jika regulasi pemain asing dikembalikan pada komposisi awal yakni 3+1.
“Sebaiknya dikembalikan seperti komposisi sebelumnya saja, kami pakai tiga pemain asing plus satu pemain Asia,” ujarnya.
“Karena pada awalnya regulasi marquee player ini kan tidak jelas, ada simpang siur. Tetapi kami tunggu saja bagaimana,” tutur Hasnur.






