Beritaboladunia.net - Sepakbola Serbia kembali tercoreng dengan sikap rasisme para suporter, kejadian ini terjadi ketika pertandingan Derby Beogard antara Red Star Beogard melawan Partizan Beogard di Stadion King Peter I, Minggu (19/2). Yang menjadi korban adalah gelandang Partizan asal Brazil, Everton Luiz.
Fans dari Red Star memang sudah diperingatkan oleh wasit untuk tidak melalukan tindakan rasisme, tapi peringatan tersebut tidak digubris oleh fans dari Red Star, mereka bahkan membentangkan spanduk yang berisi dengan hinaan kepada pemain yang berkulit hitam. Pertandingan itu sempat dihentikan atas tindakan tersebut dan berhasil diturunkan dari tribun penonton, namun tetap saja hinaan dan cemoohan tetap dilontarkan fans Red Star pada pertandingan itu.
Ketika peluit tanda pertandingan sudah berakhir, yang dimenangkan oleh Partizan dengan skor 1-0. Everton Luiz dengan spontan menghampiri para fans dari Red Star dan mengacungkan jari tengah tanda kemarahan dia karena tersulut tindakan rasisme tersebut. Para fans yang melihat itu, menjadi terprovokasi dan terjadi keributan antara Luiz dan fans Red Star bahkan hingga para pemain Red Star juga ikut membuat keributan di lapangan karena tidak senang melihat tindakan Luiz terhadap fans mereka.
Para rekan Luiz kemudian memisahkan dia dari keributan dengan fans Red Star sebelum terjadi keributan yang lebih besar, ketika itu terlihat Everton Luiz akhirnya meneteskan air mata dan mendapat pelukan hiburan dari para rekannya.
“Saya menderita dengan ejekan rasisme tersebut selama 90 menit. Saya semakin kecewa karena para pemain tuan rumah juga mendukung hal itu. Mereka semua menyerang saya.” ungkap Luiz seusai pertandingan.
“Saya ingin melupakan kejadian ini secepat mungkin. Saya mencintai Serbia dan orang-orang di sini. Itulah mengapa saya menangis. Tetapi, saya mohon agar tidak ada rasisme lagi,” tambahnya.
Sebelumnya pada tahun 2012, Inggris memberikan surat kepada UEFA untuk memberikan sanksi kepada suporter Serbia yang ketika itu juga melakukan rasisme terhadap pemain Inggris dalam pertandingan Internasional U-21 yang menjadi korban pada saat itu adalah Raheem Sterling dan Danny Rose.
Portal berita sepak bola terupdate






