Piala Konfederasi : FIFA Ancam Batalkan Laga Jika Suporter Rasis

Piala Konfederasi : FIFA Ancam Batalkan Laga Jika Suporter Rasis

Beritaboladunia.net - FIFA telah memberikan kewenangan kepada wasit di Piala Konferderasi 2017 di Rusia. Kewenangan itu untuk menghindari dari perlawanan diskriminatif dari suporter.

Pihak FIFA pun akan memberikan tiga kewenangan ekstra kepada wasit di Piala Konfederasi 2017, yakni untuk menghentikan, menunda, dan membatalkan pertandingan jika ada sikap diskriminatif dari suporter.

Selain itu, mereka juga akan menurunkan para pengintai anti diskriminasi di Stadion untuk mengamati sikap suporter. Diturunkannya para pengamat ini adalah kelanjutan program yang sudah diterapkan sejak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan di sejumlah laga persahabatan pilihan.

“Ini adalah perubahan menggebrak dalam perjuangan melawan diskriminasi,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino dikutip BBC.

“Dua inisiatif ini adalah alat ekstra untuk para wasit dan ofisial mencegah sikap-sikap diskriminatif dan memastikan bahwa atmosfer di stadion adalah fair play dan penuh rasa hormat,” imbuhnya.

Sebelumnya memang sangat dikhawatirkan dengan banyaknya tindakan diskriminatis, salah satunya adalah rasial Piala Konferderasi dan Piala Dunia tahun depan. yang akan digelar di Rusia.

Pasalnya. Rusia dikenal sebagai salah satu negara yang paling tinggi tingkat diskriminasi dan pelecehan rasialnya.

Piala Konfederasi berlangsung mulai 17 Juni sampai 2 Juli mendatang. Delapan negara dari tiap-tiap konfederasi plus tuan rumah yakni, Rusia, Selandia Baru, Portugal, Meksiko, Kamerun, Chile, Australia, dan Jerman akan bertanding di empat kota. Kota-kota itu adalah Saint Petersburg, Moskow, Kazan, dan Sochi.