Piala Konfederasi

Piala Konfederasi

Beritaboladunia.net - Dalam waktu kurang dari 10 tahun terakhir, Piala Konferderasi ini juga kerap dilangsungkan dengan menepatlan Brasil sebagai pemegang terbanyak, yakni 4 gelar.

Namun saat itu, Brasil tidak ikut serta dalam laga tersbut, karena perwakilan dari CONMEBOL dakan diwakili oleh Chile.

Sekadar informasi bagi kalian yang belum mengetahui Piala Konfederasi, kompetisi diciptakan sebagai awal dari dibukanya Piala Dunia yang digelar satu tahun sebelumnya.

Dan para perseta juga mengatakan bahwa kampiun dari benua masing-masing, seperti juara Piala Asia, juara Europa Cup (Piala Eropa), juara Piala Afrika, juara Copa America (zona CONMEBOL), juara CONCACAF, dan juara OFC Nations Cup (Piala Oceania), serta juara Piala Dunia di empat tahun sebelumnya.

Selain itu, pihak tuan rumah penyelenggara tuan rumah juga diperbolehkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

Berikut ini adalah daftar pesertanya

No Negara dan Konfederasi Turut Serta Berdasarkan
1. Rusia – UEFA Tuan rumah Piala Dunia 2018
2. Jerman – UEFA Juara Piala Dunia 2014
3. Australia – AFC Juara Piala Asia 2015
4. Chile – CONMEBOL Juara Copa America 2015
5. Meksiko – CONCACAF Juara CONCACAF Cup 2015
6. Selandia Baru – OFC Juan OFC Nations Cup 2016
7. Portugal – UEFA Juara Piala Eropa 2016
8. Kamerun – CAF Juara Piala Afrika 2017

Dan kedelapan negara yang akan dibagi menjadi dua grup, di manaGrup A akan dihuni oleh Rusia, Selandia Baru, Portugal, dan Meksiko.

Sementara Grup B ditempati oleh Kamerun, Chile, Australia, dan Jerman. Pertandingan ini akan digelar dari tanggal 17 Juni hingga 2 Jui 2017 mendatang.

Dari kedelapan negara ini, ada lima yang akan berpeluang menjadai juara, dan siapakah mereka, berikut ini proyeksinya.

Jerman

Bersatus sebagai juara dunia, pastinya Jerman ingin membuktikan jika mereka masih merupakan kandidat kuat di kompetisi tersebut.

Maka dari itu, kompetisi Piala Konfederasi 2017 ini pastinya akan merupakan ajang pembuktian bagi tim besutan Joachim Low itu.

Pada turnamen ini, prestasi apik juga telah ditunjukan oleh Jerman adalah menjadi juara tiga di tahun 2005 lalu.

Waktu itu mereka berhsail menaklukan tuan rumah Brasil pada babak semifinal dengan skor tipis 3-2. Pada akhirnya, Tim Der Panzer sukses menjadi juara ketiga usai menang atas Meksiko dengan skor 4-3.

Seperti diketahu, bahwa Jerman di setiap tahunnya memiliki sejumlah pemain muda berkualitas. Sporskeeda melaporkan, jika nantinya pada kompetisi ini nama-nama pemain bintang seperti Manuel Neuer, Toni Kroos, dan Thomas Muller besar kemungkinan tidak akan dimainkan.

Hal tersbut sangat diyakinkan karena Low ingin memberikan kesempatan kepada para pemain muda berbakat dari negaranya tersebut.

Jika melihat dari kualitas para pemain dalam beberapa tahun terakhir, bukan tidak mungkin, Jerman akan tetap berbahaya meski tidak diperkuat dari tiga nama yang telah disebutkan di atas.

Portugal.

Ini menjadi kali pertama Portugal mengikuti ajang Piala Konfederasi. Rasa percaya diri usai menjadi juara Europa Cup di tahun 2016 kemarin pastina tidak akan dilupakan oleh mereka.

Terlebih lagi mereka juga memilki sejumlah pemain yang berkualitas, seperti Cristiano Ronaldo.

Bomber Real Madrid tersebut berhasil mengantarkan klubnya meraih a La Liga Spanyol dan Liga Champions di musim 2016/17. Di sisi lain, Ronaldo juga pada tahun lalu meraih penghargaan individu paling membanggakan, yakni Ballon d’Or atau pemain terbaik dunia, serta pemain terbaik di Eropa.

Dan ini menjadi pembuktian jika dirinya dapat kembali mengibarkan bendera kelahirannya tidak hanya di Eropa, tetapi juga dunia.

Apbila berhasil menjadi juara, Portugal pun menjadai alah satu kandidat kuat untuk bisa menjadi juara Piala Dunia di tahun depan.

Chile.

Tidak ada nama yang menarik dan besar seperti Brasil dan Argentina bukan berarti tidak akan ada ancaman yang berarti dari zona CONMEBOL.

Laga Piala Konferderasi tahun ini, Chile juga siap untuk membutikan bahwa dirinya tidak ipandang sebelah mata oleh pencinta sepakbola dunia.

Chile juga berhasil mencatatkan back to bak dan berhasil menjuarai Copa AMerica sebanyak dua kali secara berturtu-turut pada musim 2015 dan 2016 lali.

Mereka juga memilki pemain yang berkualitas seperti, Claudio Bravo, Alexis Sanchez, Arturo Vidal, Eduardo Vargas, dan masih banyak lagi, maka Chile bisa menjadi momok bagi tim unggulan manapun.

Meksiko.

Ini membuat banyak orang terkejut dengan Meksiko yang telah dikategorikan sebagai kandidat juara di Piala Konfederasi tahun ini.

Meksiko t merupakan perwakilan dari zona CONCACAF atau dapat dikatakan sebagai saudaranya zona CONMEBOL.

Kemungkinan besar, yang hanya diketahui oleh pencita sepakbola adala Javier “Chicharito” Hernandez. Hal tersebut dinilai wajar, karena Chicharito memang pernah melambungkan namanya bersama klub Manchester United dan Real Madrid.

Dengan pemain yang tidak dikenal oleh lawannya, hal ini akan menjadi momok bagi tima lawan untuk menghadapinya.

Meksiko pun pernah menjadi juara kompentisi ini pada tahunn 1999 silam. Ini menjadi tidak mungkin bagik mereka untuk kembali memberikan kejutan seperti yang terjadi sekitar 18 tahun lalu itu.

Kamerun.

Merkea harus mengakui bahwa gaya bermain dari Timnas Kamerun nyaris selalu sama dengan mereka, khususnya dalam mengandalkan kecepatan dalam serangan balik, serta kuat dalam duel fisik dengan lawan.

Hal tersebut karena para pemain mereka yang memang dikenal dengan kecepatan fisik mereka, serta memiliki fisik yang kuat dalam memegang bola.

Meski Kamerun bukan salah satu negara yang telah diunggulkan untuk menjadi juara dunia, namun harus diakui Timnas Kamerun akan selalu meluncurkan kesulitan bagi siapapun yang melawan mereka.

Hal ini akan kembali mereka tunjukkan di Piala Konfederasi 2017. Kampiun Piala Afrika di bulan Februari lalu ini bahkan mereka telah menjadi runner up di tahun 2003 lalu.

Saat itu, mereka dibekuk oleh Prancis. Dan itu pun mereka kalahkan pada menit-menit akhir melalui legenda Timnas Prancis, Thierry Henry.

Di sisilain, Kamerun bisa saja menjadi kuda hitam, baik di Piala Konfederasi 2017 ataupun Piala Dunia tahun 2018 mendatang.