Pelatih di Spanyol Dikecam Setelah Bawa Timnya Menang 25-0

Beritaboladunia.net – Memang dunia sepakbola terkadang punya hal unik, kali ini datang dari Spanyol ketika tim U-11 Serranos B berhasil menang dengan skor 25-0 atas Benicalap C pada 3 Juni lalu. Petinggi Serranos bukannya senang malah memecat sang pelatih alasannya mental pemain cilik masih sedang diasah dan tidak perlu menang sangat telak seperti timnya saat itu.

“Kita sedang membicarakan anak-anak sekolah dasar dan kami memprioritaskan nilai-nilai di atas gol. Kami selalu berusaha untuk menyampaikan respek kepada rival-rival kami, yang seharusnya lebih kami hormati,” jelas Pablo Alcaide, yang ikut membantu menjalankan tim Serranos, kepada Marca.

“Skor seharusnya bisa jauh lebih dikontrol karena pada akhirnya seorang bocah 11 tahun akan pulang setelah kemasukan 25 gol dan itu sangat kejam,” kata Alcaide.

“Untuk tim seperti kami, situasi seperti ini memang terjadi beberapa kali jika saya boleh jujur, tapi Anda seharusnya mengendurkan serangan dan tak selalu haus darah. Anda bisa menginstruksikan jumlah operan yang lebih banyak, katakanlah 15 atau 16, sebelum mencetak gol atau mengatakan bahwa Anda harus menembak dengan kaki yang lebih lemah,” ujarnya.

“Anda bisa mencari target-target dalam permainan sehingga itu masih produktif. Saya pikir Anda harus memakai akal sehat. Kadang-kadang Anda mungkin butuh banyak gol untuk memenangi titel atau lolos ke playoff, jadi Anda memperingatkan pelatih tim lain akan hal itu. Pada kesempatan tersebut, Anda akan memberi tahu dia bahwa Anda butuh 22 gol, misalnya, dan akan berusaha mencapainya. Namun, ketika Anda berada di posisi keempat dan hasilnya tak berpengaruh, maka Anda harus berhenti,” kata Alcaide.

Pengacara sang pelatih mengakui kliennya tidak menistruksikan tampil menyerang tapi Benicalap yang terus menyerang meninggalkan area pertahanan menjadi kosong.

“Si pelatih malah menginstruksikan timnya untuk menekan di wilayah sendiri saja, tapi Benicalap C terus menyerang dan menyisakan ruang di belakang,” katanya.