Malang - Petinggi Arema FC mendesak timnya untuk segera membenahi penampilan yang lebih baik saat berhadapan dengan Mitra Kukar akhir pekan ini agar mampu bersaing lagi di papan atas klasemen sementara Liga 1 2017.
Manajer umum Arema, Ruddy Widodo menegaskan bahwa mereka memiliki rentang waktu hingga 28 Mei untuk melakukan reaksi cepat setelah gagal meraih poin penuh di tiga laga terakhir, dan untuk sementara berada di posisi delapan klasemen.
“Dengan tim yang secara kualitas di bawah Arema, tapi ternyata kalah. Bahkan selama saya pegang pun belum pernah kalah. Kami sudah melakukan langkah cepat, kenapa bisa kalah sebanyak itu dan kenapa bisa kalah,” kata Ruddy (23/05/2017).
“Kami melakukan evaluasi dan tindakan, ditunggu tanggal 28 saat melawan Mitra Kukar. Bagaimana mainnya Arema, ditunggu saja langkah cepat kami, karena kami akan membuat kejutan. Semua kami evaluasi, dan sudah ketemu penyakitnya. Kalau sama seperti kemarin, mungkin, seperti kanker, tim ini memang butuh kemoterapi.”
“Saya tidak perlu menyebut seseorang, karena masalah yang kami hadapi sepertinya kompleks, apakah karena pemain, strategi pelatih, ketidaksukaan pemain, atau karena saya. Jadi tidak perlu menyalahkan satu-dua orang.”
Disisi lain juru taktik Aji Santoso enggan menanggapi desakan #AjiOut di beredar di dunia maya yang disuarakan oleh Aremania. Menurut Aji, tuntutan itu lebih pada keinginan fans agar tim kesayangannya bisa tampil lebih garang seperti saat Piala Presiden.
“Saya paham jika suporter punya keinginan untuk menang, tetapi untuk yang itu, semuanya saya serahkan kepada manajemen. Tetapi jujur itu tidak adil, karena sebelumnya di pramusim banyak mendapatkan dukungan dan sambutan, namun semuanya berbalik,” ucap Aji.
“Yang jelas ketika memulai kompetisi level kompetitif skuat Arema masih berada di bawah tim papan atas lain, dan kami tentu akan melakukan evaluasi.” pungkasnya. (Edy - beritaboladunia.net)
Portal berita sepak bola terupdate






