Beritaboladunia.net – Presiden Madura United, Achsanul Qosasih merasa geram dan malu dengan sikap fansnya sendiri terhadap tim Arema FC. Achsanul merasa gagal menggelar laga kandang melawan Arema FC dan mengecam oknum supporter timnya sendiri baik dilapangan dan diluar lapangan. Madura United memang berhasil menang dengan skor 2-0 atas Arema FC, tapi hal tersebut tidak membuat Achsanul bangga.
Arema FC mengalami insiden ketika menjalani laga lanjutan Liga 1 pekan ke 23 dengan bertandang ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (10/09). Bus rombongan pemain Arema FC dilempari batu oleh oknum tidak bertanggung jawab ditambah juga dengan, sikap fans tuan rumah di dalam stadion ketika menyanyikan lagu dengan lirik rasial ke para pemain Arema FC.
Achsanul Qosasih merasa sikap tersebut bukan bagian dari perilaku kebiasaan pendukung timnya, diluar dugaan mereka malah menunjukan rivalitas panas berujung tindakan anarkis.
“Menyambut tamu Arema, ternyata kita bukan tuan rumah yang baik,” kecam AQ, sapaan karib Achsanul.
“Entah siapa yang mengajari. Setahu saya, semua suporter sudah berhenti rasialis. Kenapa Madura masih nyaring terdengar?” ucapnya geram.
“Madura memang menang dalam pertandingan, tapi sejujurnya kalah dalam kesantunan. Saya sebagai Presiden Klub malu dengan cara kita menyambut tamu,” tandas AQ.
“Jangan pernah menyelesaikan persoalan dengan dendam. Madura rukun, damai, terpuji. Ayo kembali ke jalur persahabatan,” kata mantan bendahara PSSI ini.
Imbasnya, Achsanul Qosasih tidak akan lagi menjamu Arema FC di Madura. Dirinya akan melakukan upaya menerima lawatan Arema FC di daerah lain sebagai bentuk kekecewaan sikap supporternya sendiri.
“Tidak akan pernah ada home lagi lawan Arema di Madura,” tutup AQ.






