Bandung - Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengaku bahwa dirinya telah diajak dengan manajemen untuk mendoakan skuat Persib. Emil sapaan akrabnya, tidak mengerti dengan aturan yang telah melarang kepala daerah masuk ke ruangan ganti seblum laga berakhir.
“Saya itu tidak pernah berinisiatif mendatangi ruang (ganti) pemain Persib. Pasti kalau saya ke sana, karena disuruh oleh pihak manajemen Persib. Jadi kemarin juga sama,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (15/6).
Saat pertandingan Persib Bandung melawan Persipura Jayapur di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Emil telah mendatangi ruang ganti pemain di paruh babak kedua.
Emil masuk melalui tribunm VIP, sebagai status kepala daerah ia diperbolehkan masuk di ruang ganti, namun disertai beberapa syarat.
Tamu VIP diperbolehkan ke ruang ganti setelah pertandingan berakhir pertandingan dengan jumlah tamu maksimal lima orang dan didampingi oleh general coordinator dan wajib memakai VIP pass. Emil mengaku datang ke ruang ganti karena diminta untuk mendoakan dan memberikan semangat kepada seluruh punggawa Maung Bandung untuk meraih kemenangan.
“Saya udah nelepon Pak Umuh (Manajer Persib). Pak Umuh juga enggak tau ada aturan seperti itu. Saya juga kalau tahu itu (aturan), ya masa’ saya melanggar, ‘kan. Berarti karena ketidaktahuan kira-kira begitu,” ujar dia.
Jika melanggar maka Persib terancam mendapat sanksi berupa denda sebesar Rp 100 juta sesuai dengan Bab 1 Pasal 6 Ayat 2 Poin T. “Saya mah lagi happy-happy nonton di tribun diajak menyemangati, mendoakan, udah itu aja,” kata dia.
Portal berita sepak bola terupdate






