Awalnya Malu-malu, Dedik Setiawan Kini Makin Percaya Diri di Arema

Awalnya Malu-malu, Dedik Setiawan Kini Makin Percaya Diri di Arema

Beritaboladunia.net - Sangat berbeda pada delapan bulan yang lalu ketika baru saja direkrut Arema, Dedik Setiawan kini tampak lebih sangat percaya diri di tengah-tengah pemain Arema FC.

Sebelumnya, Dedik lebih pemalu didalam tim. Hal ini sangat wajar karena sebagai anak baru di tim Singo Edan, Dedik masih belum akrab dengan pemain lain dan merasa perlu menjaga sikapnya.

Seiring waktu berjalan, suasan lebih baik bagi dan membantu Dedik. Dua kali bermain dan berhasil mencetak dua gol dan menjadi top scorer sementara klub malang. Gol tersebut saat timnya melawan Bhayangkara Fc di Stadion Kajuruan (23/4/17).

Namun dedik tidak mau besar-besarkan dirinya.“Semua pemain memiliki peluang yang sama untuk bisa mencetak gol. Mungkin untuk dua pertandingan kemarin itu adalah kesempatan bagi saya,” ujar Dedik.

Dan ia tidak mau dibedakan dan disebut mengantikan legenda Gonzales “Saya masih belum apa-apa. Gonzales adalah pemain besar. Dia sudah menciptakan banyak gol,” tuturnya.

Dedik mengakui hal ini sangat sulit untuk beradaptasi bersama Arema. Sebelumnya, Dedik bermain untuk Metro FC, yang rata-rata pemain asal malang semua dan sangat jarang mereka berasal dari sekolah sepak bola atau daerah yang sama.

“Di tim sebesar Arema, saya yang harus bisa menyesuaikan diri. Hal itu membutuhkan waktu lama. Apalagi, pada awal saya bergabung dulu, pelatihnya adalah pelatih asing (Milomir Seslija) dan hal itu membuat saya mengalami sedikit kesulitan,” ujar Dedik.

Jika mencermati dua gol Dedik saat melawan Bhayangkara Fc , keduanya melalui proses yang hampir mirip. Dan disisi lain, Dedik muncul dari belakang pemain bertahan Bhayangkara FC demi menyambut bola umpan dari Adam Alis.

Hal yang serupa juga pernah dilakukan oleh Dedik saat megkalahkan Persiba. Berkat kecepatan lari Dedik yang berhasil menjagkau umpan terobosan Dendi Santoso, dan Dedik melepaskan tembakan kesudut semput gawang Persiba.

“Sebenarnya banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol. Mungkin belum rezeki. Yang jelas, saya selalu berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencetak gol saat diberi kepercayaan,” katanya.

Asal mula Dedik di dunia sepak bola berawal dari bawah dia bermain untuk SSB Sinar Mas Kecematan Turen. Anak dari pasangan Ridwan dan Maslikah akhirnya pindah lebih klub tinggi lagi di Metro Fc pada juni 2011 silam. Yang membuat ia mengantarkannya masuk tim Provpos Kab.MalangDi ajang inilah bakatnya menarik minat pelatih tim senior Persekam Metro FC, Siswantoro.

Selai itu. Nama Dedik di kenal sebagai pemain yang sering bermian di ajang tarkam. Bungsu dari dua bersaudara tersebut kerap mendapatkan tawaran dari tim-tim daerah Jember, Probolinggo, Pasuruan, hingga Lumajang.

Namun, setelah bergabung bersama Arema FC, lama-lama predikat sebagai pemain tarkam dia tinggalkan. “Sekarang sudah tidak pernah lagi main di tarkam. Alhamdulillah lebih fokus di Arema,” tutur Dedik.

Bisa jadi keseriusan itu yang membuat grafiknya di Arema terus menanjak. Setidaknya hal terakhir itu yang dilihat oleh Aji.

“Saya rasa Dedik adalah pemain yang bagus. Dia memiliki kecepatan. Dari dua pertandingan awal yang sudah dijalani, dia ternyata bisa menunjukkan perkembangan yang bagus. Hal itu juga dia tunjukkan saat sesi latihan,” ujar pria yang sempat menjadi pelatih Indonesia U-23 tersebut.

Semringahnya Aji bisa dipahami. Menanjaknya penampilan Dedik setidaknya membuat ia punya banyak pilihan.

“Semakin banyak pemain yang bagus tentu membuat semakin banyak pilihan. Hal ini akan menjadi sesuatu yang bagus untuk Arema,” tutur Aji.

Dedik sendiri tak berat hati bila kembali menjadi cadangan saat Gonzales diturunkan. “Tidak masalah. Sepak bola adalah permainan tim,” ujarnya.