Turin - Simpati untuk Claudio Ranieri terus berdatangan pasca pelatih asal Italia itu dipecat dari kursi jabatannya sebagai pelatih Leicester City. Kali ini, dukungan disuarakan oleh pelatih klub Torino, Sinisa Mihajlovic.
Mihajlovic menanggapi sinis keputusan Leicester. Ia merasa Ranieri tidak diperlakukan secara baik dan harus kehilangan pekerjaannya karena alasan yang tak masuk akal, seperti dikabarkan media, diduga karena desakan para pemain kepada pemilik klub.
Pelatih yang pernah menukangi AC Milan ini bahkan mencibir The Foxes agar bermain tanpa pelatih.
“Media di Inggris menyebut ada pemain tertentu yang mendesak agar Ranieri dipecat. Itu sungguh luar biasa. Mereka harus dipaksa untuk berlaga tanpa harus memakai pelatih,” kecam Mihajlovic (27/02/2017).
“Lalu, mari kita lihat apa yang bisa mereka lakukan,” sambungnya.
Ranieri didepak oleh Leicester usai laga 16 besar Liga Champions melawan Sevilla. The Tinkerman diberhentikan setelah membawa cerita dongeng menjadi kenyataan dimana Leicester sukses merebut gelar juara Premier League 2015/16.
Mihajlovic mengakui bahwa apa yang dialami oleh Renieri memang bukan hal yang baru dalam dunia sepakbola. Dirinya juga pernah melihat hal yang sama di Italia, khususnya di Serie A. Tapi tetap saja pemecetan Ranieri tidak masuk dalam logika sang pelatih.
“Sayangnya, Inggris juga mengadopsi kebiasaan buruk di Italia. Tidak ada sebuah pengakuan dan rasa hormat dalam sepakbola. Saya menilai Ranieri sebagai teman dan pelatih yang hebat. Mereka harusnya membuat patung untuk menghormatinya,” tutup Mihajlovic. (Edy - beritaboladunia.net)
Portal berita sepak bola terupdate






