Turin - Pemain tengah Juventus, Miralem Pjanic mengatakan bahwa cara untuk mengalahkan Barcelona adalah dengan menghentikan aliran dari bola lini tengah mereka. Selain itu, Pjanic juga menganggap Camp Nou adalah stadion yang membuat banyak tim bergetar.
Juventus harus melewati hadangan Barcelona di babak 8 besar Liga Champions musim ini. Laga itu pernah terjadi saat kedua tim tampil di final Liga Champions 2015 lalu, dan hasilnya Si Nyonya Tua menelan kekalahan dengan skor 1-3.
“Barcelona adalah tim besar, di luar pemain bintang mereka, mereka sangat bergantung pada penguasaan bola dan menggunakannya untuk membuat lawan lelah,” ujarnya (22/03/2017).
“Kami perlu menghentikan mereka bermain dan memberi mereka masalah. Skor 6-1 melawan PSG menunjukkan kekuatan Barcelona meskipun PSG membuat kesalahan yang seharusnya tak dilakukan di level ini,” sambungnya.
Pemain asal Bosnia itu juga menyebut bahwa melawat ke Camp Nou akan memberikan kesulitan bagi tim tamu. Namun ia memastikan Juventus Stadium juga bukan tempat yang mudah untuk taklukkan oleh lawan.
Karena itu, mantan pemain AS Roma tersebut yakin bahwa kedua tim baik Barca maupun Juve memiliki keuntungan yang sama terkait kesempatan meraih kemenangan saat bertindak sebagai tuan rumah.
“Kami sangat perlu untuk menghindari kebobolan tiga dari delapan menit terakhir, tapi Barcelona pergi melewatinya karena mereka percaya dari menit pertama hingga menit 95 dan mereka percaya bahwa mereka bisa bangkit. Itu pertunjukan kekuatan yang besar,” sambungnya.
“Camp Nou memberikan kesan bahwa lapangan jauh lebih luas daripada yang lain. Saat anda melihat pengukuran, itu bukan masalahnya, tapi mereka menggunakan lapangan dengan begitu baik,” timpalnya.
“Di lini tengah mereka memiliki pemain yang selalu menempatkan penyerang mereka di depan gawang. Lini tengah ini kunci untuk menghentikan mereka,” tandasnya. (Edy - beritaboladunia.net)
Portal berita sepak bola terupdate






