Beritaboladunia.net – Pertandingan Barcelona melawan Paris Saint-Germain sudah berlangsung beberapa pekan lalu, pertandingan tersebut memang menghadirkan keputusan dari wasit yang kontroversial dan banyak yang memperhatikan Barcelona lebih diunggulkan dalam pertandingan tersebut hingga akhirnya Barcelona bisa lolos ke babak perempat final Liga Champion dengan skor 6-1 mengalahkan Paris Saint-Germain dengan agregat 6-5.
Paris Saint-Germain yang merasa dikecewakan bahkan sudah membuat laporan dengan keberatan dengan hasil akhir kekalahan mereka tersebut, surat protes tersebut sudah diterima UEFA dan akan diselidiki kembali langkah selanjutnya. Paris Saint-Germain memberatkan keputusan wasit yang tidak memberikan pinalti ketika Javier Mascherano menjatuh Angel Di Maria dan kemudian sikap diving Suarez yang membuahkan hadiah pinalti.
DeniszAytekin yang dikabarkan telah dihukum oleh pihak UEFA ternyata tidak demikian kenyataannya, UEFA sebelumnya dikabarkan telah menjatuhkan sanksi kepada Aytekin karena telah memimpin jalannya pertandingan dengan buruk, bahkan ketua komite wasit Eropa, Pierluigi Collina mengecam Aytekin atas performanya memimpin pertandingan. Selain protes dari pihak klub PSG, Aytekin juga sempat mendapatkan petisi untuk diadakan pertandingan ulang dengan Barcelona melawa PSG dan sudah ditandtangani oleh ratusan orang.
Hal itu dibantah oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Dia mengakui dengan buruknya kepemimpinan Denis Aytekin ketika itu, tapi tidak akan menghukumnya dan hanya berdiskusi untuk membicarakan keputusan kontroversialnya tersebut.
“Kami tidak akan menghukum wasit dari pertandingan Barcelona melawan PSG, dia tidak dihukum. Ketika ada yang berjalan tidak beres, kami mendiskusikannya, tapi tidak akan ada hukuman. Kalau dihukum, nantinya akan seperti menjatuhkan hukuman larangan bertanding kepada pemain yang gagal mengeksekusi penalti. Harusnya pemain dicadangkan saja kalau sering gagal mencetak gol dari titik penalti,” terang Ceferin kepada AFP.
Portal berita sepak bola terupdate






