Beritaboladunia.net – Bek sayap veteran Paris Saint-Germain, Dani Alves mengungkap perebutan menjadi eksekutor bola mati ketika timnya berhadapan dengan Lyon akhir pekan lalu. Alves merasa kepentingan timnya lebih diutamakan dari hasrat seorang pemain, Alves merelakan tendangan bebasnya diambil alih Neymar meski dirinya yakin mampu menjadi eksekutor yang baik.
Laga lanjutan Ligue 1 Perancis pekan keenam tersebut memang dijalani Paris Saint-Germain dengan kisruh antar pemainnya terkait saling berebut menjadi eksekutor. Sosok Neymar dan Edinson Cavani yang menjadi aktor utama dalam drama tersebut, kedua dikabarkan cekcok setelah saling bersitegang karena berebut menendang hadiah pinalti di menit 80.
Sebelumnya Dani Alves dan Edinson Cavani juga saling berebut menjadi eksekutor tendangan bebas. Kejadian di menit ke 48 tersebut, Dani Alves bahkan sudah memegang bola yang akan ditendangnya namun ditengah perdebatannya dengan Cavani, Neymar malah merebut bola dan menendang tendangan bebas tersebut.
Baca Juga : Ruang Ganti PSG Memanas Usai Perselisihan Neymar dan Cavani
Dani Alves sebenarnya kecewa batal menjadi eksekutor tendangan bebas karena merasa mampu dengan baik mengeksekusinya. Namun Alves mengungkap meredam egonya demi kepentingan tim. Di sisi lain, Neymar dan Cavani dikabarkan masih berseteru bahkan berujung perkelahian di ruang ganti timnya.
“Tim lebih penting daripada individu mana pun,” ujar Alves kepada SportTV.
“Pada saat itu saya ingin mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor, tapi kemudian Ney mengambil bola dan akhirnya menembak,” kata mantan pemain Barcelona tersebut.
“Saya mengambil bola dengan tujuan menembak, tapi sayangnya saya tidak bisa,” ucapnya.






