Kisah Francis Kone Yang Empat Kali Melakukan Aksi Heroik Dalam Insiden Mengerikan

Beritaboladunia.net - Ternyata aksi heroik yang dilakukan Francis Kone sudah dilakukan empat kali sepanjang karirnya bermain sepakbola, kematian memang menjadi misteri semua orang namun kejadian kisah Francis Kone menjadi pahlawan rekan-rekannya ini terbilang cukup mengejutkan.

Kejadian pertama ketika dia masih berusia 18 tahun dan bermain untuk klub Thailand, PTT Rayong, saat itu rekannya mengalami benturan keras di kepala saat melakukan latihan di gym.

“Saya coba untuk menarik lidahnya dari tenggorokannya,” ungkap Francis Kone.

Kejadian kedua terjadi di negaranya Togo, ketika dia diminta menjalani laga persahabatan sebelum dia kembali ke klub Oman Al-Mussanah.

“Saat itu pemain beradu kepala dengan kiper kemudian mereka jatuh ke tanah dengan kepala yang terhantam lebih dahulu,”

“Saat itu saya cukup kesulitan karena tubuhnya menegang dan dia sangat kehilangan kesadaran,”

“Namun orang-orang membantu saya termasuk tim medis, mereka memegangi tubuhnya sementara saya coba mengeluarkan lidahnya yang tertelan,”

Kejadian ketiga juga diakuinya terjadi di Afrika.

“Kejadian yang ketiga terjadi lagi di Afrika sekitar dua tahun yang lalu,” ujarnya.

Hingga akhirnya kejadian keempat ketika dia bermain di Liga Ceko, bersama klub Slovacko menyelamatkan kiper Bohemians, Martin Berkovec.

Aksi Heroik Francis Kone ternyata berkat nasihat dari sang ibu untuk selalu sigap terhadap kejadian seperti itu, insiden bisa saja terjadi dan Kone harus menjadi orang yang siap membantu orang tersebut tanpa harus menunggu orang lain datang untuk membantu.

“Itu aneh, saat saya melakukannya pertama kali, saya tidak bilang ibu saya karena saya tak ingin menakutinya,” ungkap Kone dalam wawancara bersama Guardian.

“Saat momen kedua, saya bicara dengan ibu saya dan ia mengingatkan saya untuk selalu siap dan berhati-hati,” kata Kone.

“Jangan pernah lari jika sesuatu yang buruk terjadi di lapangan,”

“Anda tidak boleh hanya menunggu orang lain melakukannya terlebih dahulu,” ungkap Kone menirukan gaya sang ibunda.