Untuk Membangun Stadion Megah Ini, Indonesia Berhutang Ke Negara Komunis

Beritaboladunia.net – Sepakbola juga menjadi olahraga yang menjadi favorit masyarakat Indonesia ketika sebagian besar rakyat Indonesia juga bereuforia jika timnas sedang bertanding hadapi kompetisi Internasional. Tentu sepakbola punya daya tari tersendiri oleh tanah air dan sudah umum jika setiap negara punya stadion kebanggaan sendiri.

Indonesia sebagai negara berkembang punya stadion megah yang menjadi kebanggaan yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBGK), meski sebenarnya di Indonesia sendiri sudah banyak stadion sepakbola bertaraf Internasional. Stadion ini bahkan tidak hanya menjadi tempat pergelaran pertandingan sepakbola taraf Internasional bahkan konser musik dan sejumlah kegiatan politik juga menjadikan SUGBK sebagai tempat berkumpul event tertentu.

Stadion Utama Gelora Bung Karno ini dibangung pada pertengahan 1958, dan secara resmi digunakan pada 24 Agustus 1962 ketika itu Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah Asian Games. Pada awalnya stadion ini memiliki kapasitas 100 ribu penonton namun setelah melakukan renovasi, kapasitas penonton menjadi 88.083 penonton. Indonesia harus merenovasi ulang stadion karena hadir sebagai tuan rumah Piala Asia 2007.

Menjadi stadion termegah di Indonesia tentu SUGBK punya standart Internasional, dari segi fasilitas, arsitektur dan kualitas lapangan sudah teruji. SUGBK menjadi kebanggaan milik Indonesia dan yang menarik adalah arsitektur bangunan stadion ini, kontruksi atap besi membentuk lingkaran besar disebut temu gelang. Desain ini menirukan stadion-stadion besar yang berada di negara komunis.

Tidak heran jika melihat sejarah SUGBK yang memiliki arsitektur ini, karena sebelumnya Indonesia mendapat pinjaman dana dari beberapa negara Uni Soviet untuk bisa membangung stadion megah kebanggaan milik Indonesia ini. SUGBK merupakan salah satu bukti Indonesia pernah melakukan kerja sama dengan negara maju ketika itu Uni Soviet dalam perkembangan tata kota ibukota Jakarta.