Berita Bola - Kiper Seksi Minta Persamaan Gaji di Timnas AS

178

Kiper Timnas wanita dari Amerika Serikat (AS), yakni Hope Solo sedang membela nasib semua rekan seperjuangannya. Dia telah meminta kepada Federasi Sepak Bola AS (USSF) untuk menyamakan upah kerja antara pemain timnas pria dengan timnas wanita.

Pada April 2016 lalu, Hope Solo sudah mengatakan kalau pemain timnas wanita hanya bisa mendapat upah sebesar 40 persen saja dari yang telah didapat oleh seorang pemain pria. Bagi Hope Solo hal ini sesuatu yang tidak adil karena Timnas AS wanita ini sudah menghasilkan banyak uang untuk Federasi Sepak Bola AS.

Tim sepakbola wanita AS memang sudah berhasil meraih juara dunia sebanyak tiga kali dan empat telah mendapatkan medali emas Olimpiade. Mereka pun sudah menghasilkan setidaknya 16 juta US Dollar bagi federasi tersebut tahun 2015. Sementara itu menurut Hope Solo, timnas pria hanya bisa memberikan kerugian untuk USSF.

Sejak dirinya melakukan protes untuk masalah gaji tersebut, USSF malah tidak mengizinkan kipper yang berusia 35 tahun itu untuk masuk kedalam Timnas AS selama enam bulan ke depan. Dia baru akan dibolehkan untuk membela negaranya mulai 1 Januari 2017 mendatang.

“Mari kita jujur saja, hal ini bukan keputusan saya untuk bisa kembali ke tim nasional. Itu adalah urusan pelatih Jill Ellis. Saya hanya merasa sangat terhormat bisa mewakili AS. Saya ingin bisa melakukannya lagi di tingkat yang sama pula,” ucap Hope Solo. Tapi, saya”sangat percaya perjuangan kita ini untuk kesataraan memang jauh lebih besar daripada berada di timnas lagi,” ujar wanita kelahiran Washington tersebut.

Saat ini, pihak USSF memang sedang bernegosiasi dengan para pemain wanita lainnya. Namun bila tidak ada sebuah kesepakatan, pemain wanita akan melakukan mogok bermain pada awal tahun depan. “Saya piker akan ada banyak pemain yang siap untuk pergi dan meninggalkan Timnas. Mungkin akan ada aksi mogok, pada saat itu Anda USSF akan kehilangan pekerjaan,” ucapnya.

“Saya telah dibekukan karena mereka telah mengatakan kata ‘pengecut’ kepada saya. Namun kenyataannya, mereka hanya bisa menyingkirkan musuh yang berjuang untuk bisa menyamakan upah,” ujar Hopo Solo mengakhiri perkataannya.