Jakarta - Mantan gelandang timnas Indonesia, Ponaryo Astaman ikut memberikan komentar terkait aturan marquee player yang diterapkan oleh Liga 1 musim ini dan memancing banyak klub berlomba mendatangkan pemain bintang gaek. Ponaryo menilai aturan marquee player belum dibutuhkan klub Indonesia untuk berkembang.
Mulai musim ini tiap klub boleh memboyong satu orang marquee player yang setidaknya pernah tampil di Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir. Tujuan dari kehadiran marquee player adalah selain untuk menambah kekuatan tim, mereka juga diharapkan mendongkrak nilai jual klub.
Keputusan Persib untuk mendatangkan Michael Essien musim ini memang mendapat sorotan. Kabarnya, klub kebanggaan kota Bandung itu menggelontorkan dana hingga Rp 8 miliar per musim.
“Saya pribadi menganggap kehadiran marquee player tidak terlalu perlu. Apalagi para pemain yang datang sudah lewat masa emasnya,” kata Ponaryo seperti dilansir laman resmi klub (26/03/2017).
“Belum lagi harga marquee player yang tidak murah. Padahal klub-klub sedang berpikir menyehatkan neraca keuangan mereka,” ujarnya menambahkan.
Ponaryo yang kini membela PBFC juga tidak merasa kehadiran pemain dunia bakal menambah keuntungan dari sisi bisnis. “Kalau dari sisi bisnis apa? tanpa marque player pun atmosfer sepak bola kita sudah luar biasa.” pungkasnya. (Edy - beritaboladunia.net)
Portal berita sepak bola terupdate






