Kehadiran Essien di Persib Diiringi Dengan Kabar Yang Tak Sedap

Kehadiran Essien di Persib Diiringi Dengan Kabar Yang Tak Sedap

Bandung - Essien telah resmi berseragam Persib Bandung dan dengan kontrak selama 1 tahun kedepan. Meski nilai kontrak masih dirahasiakan oleh pihak manajemen Persib, namun kabar tak sedap mengiringi kehadiran pemain berusia 34 tahun tersebut.

Sebelum ini, Essien berstatus bebas transfer setelah kontraknya dihentikan oleh klub papan atas asal Yunani Panathinaikos. Essien sebenarnya memiliki kontrak berdurasi dua tahun hingga 2016/17 di Panathinaikos sejak diboyong dari AC Milan pada awal musim 2014/15.

Namun karena performanya dianggap kurang maksimal, kontrak Essien diputus lebih cepat dari kesepakatan awal. Buruknya penampilan Essien diantaranya disebabkan karena problem cedera yang ia derita.

Essien hanya mampu bermain di 17 laga dari total 45 pertandingan yang dijalani oleh Panathinaikos di semua level kompetisi.

Padahal di klub Yunani tersebut, Essien berpredikat sebagai pemain yang diganjar dengan gaji tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai sebesar 800 ribu euro atau setara dengan Rp11,4 miliar per tahun.

Saat itu, Essien dikabarkan merasa tidak puas dengan pemutusan kontrak yang dinilai sepihak oleh Panathinaikos hingga melaporkan kasus tersebut ke federasi sepakbola Yunani. Essien mnedesak pihak klub untuk membayarkan ganti rugi sebesar 651 ribu euro atau sekitar Rp 9,2 miliar.

Tuntutan Essien itulah yang dikabarkan membuat kesal pihak Panathinaikos. Melalui pengacaranya, John Carmona, Panathinaikos menyebut Essien telah melakukan aksi pemerasan.

“Dia datang ke sini, lalu pergi, dan melakukan pemerasan. Dari 45 laga, dia hanya bisa bermain sebanyak 17 laga,” ungkap Carmona, seperti dilansir Ghanaweb.com.

Masalah stamina dan kebugaran juga disebut menjadi problem terbesar bagi Essien saat ini. Ghanaweb juga memberitakan bahwa setelah putus kontrak dari Panathinaikos nasib Essien semakin tidak jelas. (Edy - beritaboladunia.net)