Menurut Paul Gardner, Choirul Huda Meninggal Karena Kelalaian Wasit

Beritaboladunia.net – Kematian seorang pemain klub di Indonesia ternyata mendapatkan perhatian khusus dari media olahraga Amerika Serikat, Soccer America. Nama pemain itu adalah Choirul Huda yang sedang membela klubnya Persela Lamongan melawan Semen Padang, Minggu (15/10/2017).

Menurut berita Soccer America, kematian almarhum Choirul Huda bisa terjadi karena wasit yang tak bisa menjalankan peraturan dengan baik. Wasit yang saat itu sedang memimpin pertandingan tersebut adalah Thoriq Alkatiri. Ia dinilai tak mampu untuk melindungi pemain. Hal tersebut sudah diungkapkan oleh Kolumnis Soccer America, Paul Gardner.

Ia mengatakan bila seorang wasit tak menerapkan peraturan untuk seorang kiper bisa menimbulkan konsekuensi yang mengerikan. Didalam sebuah kolom baru-baru ini, Gardner menunjukkan bahwa anomali wasit yang tak menyebut “bermain dengan cara yang berbahaya” kepada kiper saat kiper sedang meluncurkan dirinya di kaki lawan.

“Dia sudah meletakkan kepalanya berada dekat dengan permukaan tanah,” tulis Gardner seperti yang sudah dikutip dari Soccer America.

“Ini sebuah langkah yang sangat berbahaya, memang pemberani penjaga gawang itu.”

“Tapi hal itu pasti sesuai dengan definisi dalam daftar bermain tentang permainan berbahaya, dan sebuah pelanggaran pun harus langsung diajukan terhadap kiper tersebut.”

“Jadi mengapa bisa saat itu wasit tak pernah menyebutnya?,” imbuh Gardner.

Sudah tertulis bahwa dalam pasal 12, bermain dengan cara yang sangat berbahaya akan diidentifikasi dalam Law of the Games sebagai sebuah tindakan yang sudah mengancam cedera kepada seseorang. Hal tersebut termasuk kepada pemain itu sendiri.

Gardner juga berpendapat bahwa aksi yang dilakukan Choirul Huda ketika sedang mencoba untuk menghadang serangan dengan membawa kepala mereka dimana pemain lain sedang berlari atau menendang untuk memenuhi definisi “bermain dengan cara yang berbahaya.”

Namun, wasit masih belum juga berkata kepada penjaga gawang tersebut bila hal tersebut adalah sebuah pelanggaran.

Jika mereka melakukannya, maka kiper pasti akan berhenti untuk menempatkan diri mereka di dalam posisi yang berbahaya itu, dan mungkin Indonesia pun tak akan bersedih atas kehilangan kiper legendarisnya, Choirul Huda.