Beritaboladunia.net – PSSI kembali membuat wacana yang penuh dengan kontroversi setelah merencanakan ditiadakannya sistem degradasi dan promosi musim ini. Banyak kecamana datang dari tim Liga 2 bahkan ada juga datang kecaman dari tim Liga 1. Belum jelas yang menjadi alasan PSSI namun kebijakan tersebut sudah pasti tidak diinginkan seluruh tim sepakbola Indonesia.
Sebelumnya banyak regulasi yang mendapat perubahan oleh PSSI, penggunaan pemain U-23 tidak lagi diberlakukan padahal beberapa tim kebijakan tersebut juga bagus dalam usaha mengembangkan bakat muda pemain Tanah Air, kemudian mendatangkan wasit asing dengan alasan memajukan mutu kompetisi Liga 1.
Banyaknya perubahan dalam kompetisi Liga 1 dinilai mengganggu manajemen membangun tim apalagi ditiadakan sistem degradasi dan promosi sama saja dengan tidak adil.
“Liga 1 ini banyak kekurangannya. Tidak adil kalau sistem degradasi dilakukan saat ini. Aturan yang bagus seperti pemain U-23 dilakukan, lalu diubah. Wasit Liga 1 juga bermasalah,” kata CEO PSM Makassar, Munafri.
Datang juga dari klub di Liga 2, mereka sudah merelakan mendapat subsidi dari PT Liga Indonesia Baru lebih rendah ketimbang klub di Liga 1 dan sudah berusaha mencari sponsor dalam membangun tim namun usaha mereka justru akan menjadi sia-sia untuk mencapai impian berkompetisi di Liga 1.
“Kita sudah berjuang habis2an, tapi kalau ditiadakan (degradasi) justru bahaya buat PSSI. ini hal yang tidak populer,” tutur manajer Cilegon United, Yudi Apriyanto, Minggu (06/08).
Manajer PSS Sleman, Arief Juliwibowo juga mengecam jika kebijakan baru tersebut benar terlaksana sebaiknya kompetisi sepakbola Indonesia dibubarkan saja.
“Tidak lucu saja. Mending tidak ada kompetisi. Bubarkan saja. Bagi kita yang sudah benar-benar persiapkan tim otomatis tidak fair,” ujar Arief.






