Beritaboladunia.net – Laga lanjutan Liga 2 Grup 6 antara Persebaya melawan Martapura FC akhirnya dimenangkan tim tuan rumah Persebaya dengan skor 2-0 atas Martapura FC kemarin. Pertandingan ini berlangsung sangat keras dan terbukti wasit mengganjar tiga pemain dengan kartu merah. Dua diantaranya pemain Martapura FC, Erwin Gutawa dan Gideon Huwae kemudian satu pemain Persebaya, Rishadi Fauzi.
Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera sangat mengecam permainan yang dihasilkan Martapura FC yang dinilainya sangat kasar dan hanya mengincar kaki para pemainnya, imbasnya dirinya juga emosi ketika usai pertandingan.
“Pertandingan sangat keras. Mereka datang untuk membuat pertandingan jadi kotor. Mungkin mereka bisa tahan 15-20 menit awal, tetapi setelahnya kami mulai bisa mainkan bola,” cetus Alfredo.
“Tetapi pertandingan tidak berjalan bagus. Saya tidak bilang sepakbola tidak boleh keras, tetapi harus cari bola. Jangan kena kaki kalau tidak ada bola. Sepakbola bukan seperti itu. Tetapi kami dapat tiga poin penting untuk pertahankan peluang lolos 16 besar.”
Di kubu tim tamu, pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae mengakui para pemainnya memang sudah melakukan permainan keras untuk membuat jalannya pertandingan semakin menarik. Selain itu, Frans menilai wasit tidak melakukan kinerjanya dengan baik.
“Animo Bonek luar biasa. Semangat beberapa pemain berlebihan, kontrolnya kurang. Kami akan pelajari, dengan catatan tolong diatur wasit yang bagus. Jadi ketika kalah, kami akan akui tanpa cari kambing hitam. Bermain dengan suporter sebanyak ini, kalau tidak ada emosi justru tidak menarik,” kata Frans.
“Keras wajar, kalau kasar ada aturan wasit. Selama wasit memimpin benar, kami dukung. Saya tidak ada protes saat pemain kami dikartu merah, itu aturan. Tapi kenapa wasit lari pulang? Takut?”
“Kalau wasit benar, dia akan hadapi. Kami tahu aturan, tapi jangan dibuat [abai], karena Persebaya tim bagus, kebanggaan semua orang. Saya akui kalah, semua golnya bersih.”
Portal berita sepak bola terupdate






