Beritaboladunia.net - Manajemen PSM Makassar mengaku merasa geram dengan sanksi yang telah diberikan kepada komisi disiplin PSSI, dan dirinya telah meminta kepada badan peradilan sepakbola nasional itu menujukan bukti dalam memberikan keputusannya.
Komdis sebelumnya telah memberikan sanksi larangan bermain di dua laga kepada Hamka Hamzah, dan dikenai denda sebesar Rp75 juta, akibat melakukan fuck jari tengah kepada penonton saat timnya menjamu Persib Bandung. Aksi Hamka tersebut terekam kamera.
Sanksi juga terjadi kepada pelatih Robert Rene Alberts dan dikenai denda sebesar Rp10 juta, lantaran melakukan protes berlebihan dengan cara masuk ke dalam lapangan di saat pertandingan masih berjalan. Sedangkan asisten pelatih Herman Kadiaman mendapat peringatan Keras setelah beradu mulut dengan manager Bhayangkara FC Sumardji.
CEO PSM Munafri Ariffudin menilai Komdis dan juga operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru {LIB) telah sewenang-wenang dalam mengeluarkan sanksi terhadap Juku Eja, dan terkesan sangat tidak profesional.
“Jangan sewenang-wenang mengeluarkan sanksi tanpa ada pembuktian. Kami harus dipanggil. Ada sistem yang harus kita ikuti. Misalnya saya berada di Komdis, terus tidak ada pembuktian antara satu dengan yang lainnya, ya enak saja. Saya bisa membuktikan sendiri sanksinya,” cetus Munafri.
“Misalnya masalah Robert dan Hamka, kami mau lihat pembuktiannya, jangan sampai tidak ada. Harus dibuat lebih tegas, jangan cuman satu pihak. Enak saja, memangnya mereka tuhan.”
“Tidak pernah ada komunikasi sama sekali. Semua itu harusnya dibuat lebih bagus aturan-aturannya. Kami juga juga telah melayangkan nota protes kepada penyelenggara, dan komdis pasca keputusan yang sangat tidak jelas. Namun belum ada respons sama sekali. Ini membuat pihak manajemen PSM merasa sangat kecewa.
Portal berita sepak bola terupdate






