Beritaboladunia.net – Bhayangkara FC harus mengakui keunggulan tim tuan rumah PSM Makassar dalam laga lanjutan Liga 1 pekan ke 13 pada Minggu (09/07) di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Bhayangkara FC harus tunduk dengan skor 2-1 dari PSM Makassar. Hasil kekalahan ini membuat mereka terlempar ke posisi keenam klasemen sementara.
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengakui skema taktiknya mempersempit pergerakan Reinaldo Elias gagal dilakukan pasukannya. Hingga akhirnya PSM Makassar memanfaatkan peluang tersebut dan tampil maksimal dalam laga ini.
Selain itu keputusan wasit memberikan pinalti kepada PSM Makassar juga jadi penyebab runtuhnya semangat juang pemain Bhayangkara FC dalam laga ini. Wasit menghadiahi pinalti di menit ke 87 dan Reinaldo Elias sukses mengeksekusi tendangan tersebut dan memperbesar keunggulan PSM Makassar.
“Kami bermain cukup bagus, tapi sayang taktik mematikan Reinaldo tidak berjalan, sehingga permainan tidak berjalan sesuai dengan rencana,” ujar McMenemy.
“Saya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit, banyak pelanggaran dan beberapa keputusan yang merugikan kami pada laga ini, termasuk penalti untuk tuan rumah,” cetus McMenemy.
Wahyu Subo Seto juga memberikan pendapat yang sama terkait jalannya pertandingan, pemain Bhayangkara FC sudah menampilkan perjuangan mereka raih kemenangan namun wasit selalu menjadi polemik persepakbolaan Tanah Air. Dirinya berharap wasit bisa memberikan kinerja yang lebih baik ke depannya.
“Kami sudah kerja keras sesuai arahan coach tapi kami lihat di lapangan malah wasitnya yang sangat disayangkan sekali. Saya juga berharap wasit betul-betul harus profesional,” kata dia.
Jalannya pertandingan PSM Makassar sempat unggul melalui tendang voli, Syamsul Chaeruddin (17’) kemudian di babak kedua Reinaldo Elias mencetak gol titik putih (87’) hingga semenit berselang Lee Yoo-joon mencetak gol tendangan jarak jauh untuk Bhayangkara FC (88’).
Portal berita sepak bola terupdate






