Beritaboladunia.net - Sebagai pesepakbola, sudah menjadi risiko saat bermain di tim yang telah dihuni oleh para pemain dari bermacam-macam suku, bahasa, adat atau kebiasaan. Hal itu telah menjadi awal kesulitan bagi Ruud Gullit, gelandang anyar PSIS Semarang.
Musim ini, telah menjadi yang pertama bagi Ruud Gullit saat melakoni laga bersama tim asal Pulau Jawa, dan PSIS telah menjadi salah satu klub yang beruntung mendapatkannya. Ia juga mengaku sempat kebingungan dengan pembicaraan bahasa Jawa.
“Iya saya baru pertama kali main di klub Pulau Jawa. Awalnya canggung juga, soalnya saya tidak bisa bahasa Jawa,” kata Ruud membuka pembicaraan dengan INDOSPORT.
Sebelum bergabung dengan Las Mahesa Jenar berlabuh, Ruud memulai kariernya bersama Martapura FC pada tahun 2013. Tampil impresif, membuat PSMS Medan sangat tertartik untuk mengkontraknya setahun berselang.
“Saya pernah bermain di Martapura FC tahun 2013, terus ke PSMS Medan tahun 2014, lalu balik lagi ke Martapura tahun 2015 kemarin,” sambungnya lagi.
Ruud Gullit juga mengaku sangat berat dengan nama yang sanag meirip dengan legenda Belanda tersebut. Meski mengaku sempat berat dengan nama tersebut, Ruud kini menikmati nama legendaris tersebut.
“Nama saya dikasih langsung sama bapak saya. Bapak saya hobi nonton bola. Cuma saya yang meniti karier di sepakbola di keluarga. Awalnya ya berat, Mas. Tapi lama-lama saya menikmati saja,” ujar Ruud.
Bermain jauh dari kampung halaman tidak menjadi beban bagi Ruud, meski pun ada masalah dengan bahasa Jawa, itu juga tidak menjadi masalah baginya. Menurutnya, bermain di klub sekelas PSIS sangat ketat persaingannya karena diisi oleh pemain-pemain yang bagus.
“Kalau teman-teman di klub sama saja seperti klub-klub lain yang pernah saya ikut (bela). Bedanya di sini, pemainnya bagus-bagus, persaingan menjadi ketat,” aku Ruud Gullit soal rasanya berkarier bersama PSIS.
“Bahasa gak jadi kendala, lama-lama bisa bahasa Jawa. Semua pemain yang dipercayakan pelatih (Subangkit), semuanya bagus sekali, Mas,” tambahnya lagi mengenai kendala dan persaingan di Tim Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.
PSIS Semarang akan bertandang ke markas Persis Solo pada hari Kamis (06/07/17) nanti. Dan ini menjadi laga penentuan siapakah yang terbaik di Jawa Tengah, Ruud juga sudah siap untuk memberikan hasil yang terbaik untuk Johan Yoga dkk.
“Alhamdulillah persiapan untuk lawan Persis Solo sudah mantap. Kalau dipercaya main (oleh coach Subangkit) saya akan berusaha yang terbaik buat PSIS. Saya siap dan semangat terus,” tutupnya.
Portal berita sepak bola terupdate






