Beritaboladunia.net – Kebijakan semua tim kompetisi Liga 1 untuk memainkan pemain U-23 adalah dikarenakan regulasi yang dibuat oleh PSSI untuk bisa memberikan kesempatan kepada pemain muda Tanah Air untuk bisa mendapat kesempatan bertanding di level klub.
Baru-baru ini ada kabar yang beredar regulasi PSSI tersebut akan ditangguhkan atau diberhentikan, ada sekelompok pengurus di LIB (Liga Indonesia Baru) juga merupakan pengurus dalam sebuah klub. Mereka yang merasa regulasi ini merugikan tim tidak lengkap dengan menggunakan pemain andalan mereka.
Terkadang melakukan rotasi juga menjadi kendala menjalani laga berikutnya, tentu merugika sebagian pelatih dan tim yang sedang ingin meraih kemenangan.
Tapi pendapat berbeda datang dari Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Dirinya menyebut sistem yang sudah dibuat terkait penggunaan pemain U-23 sudah berjalan dengan baik, Achsanul mngkritik kebijakan yang akan ditangguhkan tersebut akibat ulang pengurus LIB yang juga merupakan pengurus klub.
Achsanul juga memberikan saran bernada sindiran yang mengatakan pengurus PSSI, LIB dan operator kompetisi sebaiknya tidak menjabat sebagai pengurus klub akibatnya akan merusak kompetisi Liga 1 yang sudah baik dilakukan semula. Ke depannya seluruh pengurus klub diharapkan bisa adil memberikan keputusan terkait timnya dan kompetisi Liga 1.
Achsanul menyayangkan jika regulasi tersebut diberhentikan karena pada awalnya dilakoni sesuai kewajiban, dan seharusnyaada pertemuan dengan semua pihak klub.
“Semua klub sdh mengontrak 27 pemain, 5 pemain U23. Karena saat itu diwajibkan. Padahal kebijakan itu sudah berjalan baik. Mestinya klub diajak bicara,” tulis Achsanul, Jumat (30/06).
“Pelajaran penting yang bisa diambil adalah: Ke depan, jangan ada pengurus klub yg duduk menjabat di operator (LIB) dan di Regulator (PSSI),” jelasnya.
Portal berita sepak bola terupdate






