Berita Bola - Atep Nilai Aturan Soal Pemain U-23 Bisa Kurangi Mutu Kompetisi

336

Beritaboladunia.net – mengenai Regulasi soal tentang kewajiban setiap tim yang minimal sudah mengontrak 5 pemain U-23 dan 3 di antaranya harus ada di lapangan menuai banyak sekali kritik yang, terutama oleh kapten tim Persib, Atep, yang menilai peraturan itu sendiri memang sangat tidak ideal.

Wacana soal regulasi ini sendiri memang sudah dibicarakan oleh PSSI setelah mereka menggelar kongres di Bandung beberapa hari yang lalu. Meskipun peraturan baru itu belum final karena masih berada dalam fase sosialisasi kepada klub-klub kasta teratas. Namun, sejauh ini kritikan dan juga komentar perihal rencana itu lebih sering didengar ketimbang dukungan yang saat ini mengalir untuk menyetujui rencana itu.

Disampaikan Atep, regulasi itu sendiri juga hanya akan membuat pemain muda bermalas-malasan. Karena mereka tidak perlu bekerja keras untuk bisa mendapatkan tempat utama di dalam tim. Atep sendiri juga justru menyebut tanpa peraturan tersebut, justru para pemain muda saat ini sudah menjadi lebih terpacu untuk menunjukan kemampuan mereka di dalam tim agar mereka bisa dilihat kedepannya.

Harusnya tidak begitu. Sekarang banyak pemain muda yang bersaing dengan pemain senior. Jadi kalau pun engga ada aturan itu lebih baik karena harus berdasarkan kualitas pemain muda itu sendiri,” ujar Atep.

Regulasi ini sendiri memang sudah disiapkan sebagai ancang-ancang membentuk timnas U-23 yang tangguh kedepannya. Karena PSSI ingin mereka meraih gelar juara di Sea Games 2017 serta Asian Games 2018.

Namun di satu sisi, Atep sendiri sudah menilai regulasi itu akan menjadi bumerang jika gagal terlaksana dengan baik. Pasalnya akan banyak tekanan tinggi kepada pemain muda karena di kompetisi, setiap tim ingin mencari prestasi yang maksimal, bukan semata melakukan pembinaan saja. Dan yang menjadi Imbasnya pemain muda tidak banyak berkembang.

Sedangkan, kualitas kompetisi pun nantinya akan segera merosot karena setiap tim tidak mengerahkan seuruh kemampuan terbaiknya. Pelatih harus menemui hadangan dengan harus menurunkan pemain muda meskipun timnya ada dalam situasi terjepit.

Kalau ada aturan seperti itu, seolah sudah dipaksakan, tapi kalau pemain muda gagal menunjukkan kualitas pasti itu juga akan segera berpengaruh pada mutu kompetisi jadi tidak setuju. Syukur kalau bagus, tapi kalau sebaliknya kan bisa saja sudah berpengaruh negatif terhadap kompetisi,” jelasnya.

Selain itu Atep sendiri juga sudah angkat bicara soal rencana pembatasan pemain ‘veteran’ di musim depan. Karena Baginya sah-sah saja jika setiap tim banyak menggunakan jasa awak berusia lebih dari 25 tahun. Selama sang pemain sanggup dan kemampuannya masih layak untuk turun bertanding musim ini.

Soal pembatasan usia 35 juga kurang setuju karena kalau memang masih ada yang berkualitas kenapa engga terus dipakai. Kalau ada pemain berusia 37 tapi masih mampu main bagus, sama saja mematikan karir sang pemain dong. Kecuali kalau sudah tidak mampu, mesti mundur sendiri,” jelasnya.