Solo - Panitia pelaksana (Panpel) Piala Presiden 2018 memutuskan untuk tidak menyamakan pertandingan antara Persebaya dan Arema FC di hari yang sama dengan alasan keamanan.
Dikhawatirkan pendukung Bajol Ijo dan Singo Edan akan terlibat bentrok jika kedua timnya bertanding di hari yang sama.
Baca juga : Persebaya Waspadai Kejutan PSMS di 8 Besar Piala Presiden 2018
Maka dari itu Persebaya Surabaya di jadwalkan terlebih dahulu yakni pada hari Sabtu (03/02/2018) pukul 15:30 WIB di Stadion Manahan, Solo.
Begitu juga dengan Arema FC yang di jadwalkan pada sehari sesudahnya, Minggu (04/03/2018) pukul 19:30, yang akan bertanding menghadapi Sriwijaya FC.
Hal tersebut juga merupakan permintaan dari Polda Jawa Tengah yang khawatir dengan kericuhan antara kedua pendukung tim tersebut.
Terkait hal itu, manajer Persebaya, Chairul Basalamah menerima dengan baik keputusan yang diambil lantaran hal tersebut berhubungan dengan kelancaran babak delapan besar. Dirinya menjelaskan jika sebenarnya tidak masalah jika sampai Persebaya bertemu Arema FC, tetapi ia tetap harus menghormati keputusan yang telah disetujui.
“Kalau melihat itu, kita harus setuju. kita lihat itu juga jangan sampai menghambat jalannya pertandingan. Ini berhubungan dengan kemanan, ini juga untuk memastikan keselamatan pendukung,” ujarnya.
“Kalau soal pertandingan sebenarnya ketemu siapa pun kita harus siap tapi ini kan atas kesepakatan jadi kita mengikuti itu,” imbuhnya.
Chairul Basalamah mengungkapkan keputusan kali ini, masyarakat ataupun pencinta sepakbola hendaknya berpikiran positif. Tidak adanya derby Jawa Timur yang leboh awal justru menjaga tensi persaingan yang diharapkan bisa terus kondusif hingga partai puncak.
“Panitia mungkin yang pertemukan. Sebetulnya ada banyak hal dan baik-baik aja. Kita jangan lihat jeleknya saja. Kenapa kita tak berpikir ke depan, kalau rusuh terus, itu berpengaruh ke Persebaya, karena kami cari uang sendiri. Seperti kemarin antrian tiket, viralnya rusuh padahal tidak,” tutupnya. (John Silaban - beritaboladunia.net)





