Beritaboladunia.net – Manajer Persebaya, Chairul Basalamah merasa ragu jika timnya tampil di Piala Presiden 2018. Dalam Celebration Game melawan PSS Sleman pada 9 Desember lalu saja, pihaknya kecewa dengan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah setempat.
“Di Persebaya ada rakor (rapat koordinasi) dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, itu tidak ada masalah. Tapi waktu hari H, parkiran ditutup, tidak boleh dipakai, tidak tahu kenapa, padahal kita itu tim yang bayar stadionnya sama kaya tim lain bayar sewa stadion,(tapi) tidak ada yang spesial,” urai Manajer Persebaya, Chairul Basalamah.
Chairul pun curhat tidak ingin mencoreng nama baik timnya, kejadian protes sebaiknya tidak dilakukan demi menjaga keamanan.
“Cuma kita diam dari dulu, karena kita pikir apa, nanti kita tak bisa pakai di situ (Stadion Gelora Bung Tomo), dan kita mengalah”
“Kalau kita mau keras, maka nanti itu kejadian akan bentrok, itu kan tidak baik. Kita kan tidak mau Bonek jadi alat untuk gesek sana-sini,” paparnya menambahkan.
Baca Juga : Irfan Bachdim Berharap Kualitas Spaso Bisa Angkat Prestasi Bali United
Imbasnya Persebaya akan batal ikut serta meski ditunjuk sebagai tuan rumah. Seperti diketahui Surabaya bersama Bandung, Malang, Bali, dan Makassar dijadikan tuan rumah kompetisi pra-musim tersebut.
“Kita jujur menghargai penunjukkan sebagai tuan rumah Piala Presiden. Kita pribadi inginnya ikut, tapi kondisinya seperti ini. Dua hal penting yang menjadi kendala, soal stadion dan pelatih kita masih di Argentina,” tutup Chairul.






