Berita Bola - Bukan Main, Rizky Pora

3461

Bukan Boaz Sollosa yang saat ini jadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia. Bukan juga Stefano Lilipaly. Melainkan si ‘anak baru’, Rizky Pora.

Rizky sendiri memang sudah sangat layak dinobatkan sebagai pahlawan Timnas Indonesia saat mereka menjamu Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/2016). Berkat aksinya, Timnas Indonesia sendiri berhasil menaklukkan Thailand dengan skor 2-1.

Dimana dalam pertandingan itu Timnas Indonesia sendiri memang juga sempat tertinggal 0-1 lebih dulu. Untungnya, babak kedua sukses dimaksimalkan Timnas Indonesia untuk menjadi momentum kebangkitan mereka. Dan akhirnya Kemenangan 2-1 pun menjadi modal bagus Timnas Indonesia untuk bertandang ke markas Thailand pada leg kedua di Rajamangala Stadium, Sabtu (17/12/2016).

Rizky sendiri memang sudah tampil gemilang di laga ini. Pemain yang gaya mainnya mirip legenda Manchester United Ryan Giggs tersebut sudah berhasil menyumbangkan satu gol dan satu assist.

Menit 65, Rizky sendiri sudah berhasil membuka peluang Timnas Indonesia lewat aksi individunya. Diawali dengan menggocek satu pemain Thailand, pemain Barito Putera itu melepaskan tendangan dari luar kotak penalti.

Bola tendangan Rizky memang sedikit membentur tubuh pemain Thailand. Akibatnya, kiper Kawin Thamsatchanan sepertinya dirinya tidak menyangka bola tendangan Rizki bakal berubah menjadi gol. Gol itu membuat Timnas Indonesia semakin termotivasi dan terus menekan.

Dimana dalam Selang lima menit, Rizky sendiri memang sudah kembali menunjukkan sihirnya. Diawali dari tendangan pojok, Rizky melepas umpan akurat yang kemudian ditanduk Hansamu Yama. Skor jadi 2-1 untuk Timnas Indonesia dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Gol ini untuk keluarga saya di kampung, untuk Bapak dan keluarga besar,” kata Rizky.

Gol ini juga saya dedikasikan buat masyarakat Indonesia,” tambah pemain 27 tahun itu.

Sepanjang turnamen Piala AFF 2016, bersama dengan Andik Vermansyah, Rizky adalah salah satu senjata yang diandalkan Riedl buat menerobos rapatnya lini pertahanan lawan.

Dengan kelincahan dan kengototannya saat pertandingan kemarin, pemain berdarah Maluku Utara kelahiran Pulau Sanana 22 Desember 1989 ini kerap membuat bek-bek lawan kewalahan dan membuat Indonesia akhirnya bisa menang.