Beritaboladunia.net – Sekjen PSSI, Ratu Tisha membeberkan usaha PSSI dalam membangun kembali perkembangan sepakbola Tanah Air. Tisha menyadari kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim lalu terjadi langkah mundur dari beberapa kepemimpinan wasit, dengan begitu PSSI mulai berinisiatif menjadikan sepakbola Indonesia lebih professional.
Langkah PSSI dengan menjadikan program bertajuk FIFA Forward Programme selama tiga tahun ke depan akan menjadi usaha mereka dalam pembenahan wasit. PSSI merogoh kocek hingga 1 juta dollar AS atau Rp13,5 miliar demi mewujudkan perkembangan sepakbola Indonesia.
Dalam program tersebut, PSSI mendatangkan manajer Wasit FIFA, Kari Seitz yang akan memberikan penilaian tingkat terbaik terkait jalannya sebuah laga musim depan dari sisi wasit.
“PSSI saat ini sedang bekerja keras untuk mewujudkan tata kelola sepakbola Indonesia yang profesional dan bermartabat sehingga nantinya bisa banyak bicara di pentas dunia. Namun, untuk mempercepat langkah itu PSSI juga perlu dukungan dan sinergi, terutama infrastruktur dan fasilitas, pariwisata, ketenagakerjaan, pendidikan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah menjadi stakeholder penting untuk mempercepat dan mewujudkan cita-cita ini,” ucap Ratu Tisha Destria, sekjen PSSI, seperti dilansir laman resmi PSSI.
Baca Juga : Pelatih Asal Brazil Tertantang Kembalikan Persiba Ke Liga 1
Adapun pedoman Filanesia yang sudah diteken oleh Presiden RI, Joko Widodo. Tisha semakin yakin PSSI tidak berdiam diri dalam mengembangkan persepakbolaan Tanah Air, segala cara akan ditempuh dalam memajukan kualitas kompetisi.
“Seluruh pecinta dan pelaku sepakbola di Indonesia menginginkan adanya kesepahaman untuk membentuk pondasi dari olahraga yang kita cintai ini. PSSI komit menjawab harapan Bapak Presiden RI dan publik akan sepakbola Indonesia yang lebih baik,” jelas wanita lulusan FIFA Master ini.






