Beritaboladunia.net – Keputusan kontroversial PSSI jelang sisa satu laga di kompetisi Liga 1 dan tidak jelasnya agenda laga babak delapan besar Liga 2 sempat mendapatkan sorotan dari pemerintah yang prihatin dengan bergulirnya kompetisi Tanah Air. Kemenpora pun langsung memberikan surat edaran untuk mendesak PSSI memberika secara jelas laporan kerja kompetisi Liga 1 musim ini.
Kendati demikian, PSSI tidak memiliki masalah terkait turun tangannya pemerintah dengan kinerja mereka. Sejauh ini pemerintah dianggap perduli dengan operasional PSSI dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai teguran keras.
Baca Juga : Bhayangkara FC Turunkan Pemain Lapis Kedua Untuk Hadapi Persija
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menjawab semua tudingan yang mengatakan PSSI mendapatkan teguran keras dari Kemenpora, terkini Ratu Tisha menyampaikan sebagai instansi kepengurusan sepakbola Indonesia, PSSI sudah melakukan yang terbaik.
Mereka tidak menganggap teguran dari pemerintah adalah langkah menjatuhkan nama baik PSSI malah menjadi motivasi untuk lebih berkembang.
“Iya kita sudah lihat, namun tidak setiap hal ketika ada sesuatu harus di bahas panjang lebar. Kita ini kerja 24 jam saja tidak cukup, dan kita bukan reaktif tapi proaktif. Seluruh hal yang ada di situ (surat) sudah kita kerjakan tiap hari, jadi ini akan jadi catatan kita, dan kita tidak tanggapi itu sebagai intervensi,” tutur Ratu Tisha.
Musim ini, gelar juara Liga 1 diberikan kepada Bhayangkara FC karena sanksi atas lalainya Mitra Kukar menurunkan pemain ilegal. Mohamed Sissoko turun ke dalam skuat utama meski disanksi larangan bermain dua laga.
Sementara itu babak delapan besar Liga 2 Grup Y tidak jelas. Jadwal dan tempat sudah diumumkan secara pasti namun berubah jelang sisa sehari bergulirnya laga.






