Beritaboladunia.net – Polemik terjadi di penghujung kompetisi Liga 1 terkait penambahan tiga poin untuk Bhayangkara FC dari Komdis PSSI. Sebelumnya laga antara Bhayangkara FC kontra Mitra Kukar berakhir dengan skor imbang 1-1 namun ternyata Mohamed Sissoko yang masih menjalani sanksi larang bermain hingga dua laga tetap dimainkan Mitra Kukar.
Imbasnya, Bhayangkara FC melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan Mitra Kukar terhadap Komdis PSSI. Hasil pertandingan tersebut pun berubah menjadi kemenangan 3-0 Bhayangkara FC atas Mitra Kukar. Tentu mengejutkan karena Bhayangkara FC diuntungkan karena mendapatkan tiga poin jelang Liga 1 akan usai.
Sejumlah protes baik dari Mitra Kukar dan tim di urutan empat besar sempat dilontarkan, mereka kecewa keputusan baru datang setelah laga Liga 1 menyisakan satu laga lagi.
Baca Juga : Bhayangkara FC Angkat Bicara Terkait Polemik Penambahan Poin
Media Officer Mitra Kukar, Agri Winata pun memberikan penjelasan keputusan yang memberatkan timnya oleh Komdis PSSI. Diakuinya pemberitahuan tersebut diluar dugaan dilewatkan mereka namun ada juga kejanggalan lain yang terjadi dalam menguntungkan Bhayangkara FC.
“Pada tanggal 28 Oktober 2017, Komdis PSSI mengirimkan email hukuman terhadap Sissoko kepada kami. Email tersebut rupanya masuk ke dalam email Pak Endri Erawan (CEO Mitra Kukar). Mungkin saat itu Pak Endri tidak pantau adanya email masuk karena beliau sangat sibuk. Kami pun tidak mengetahui adanya hukuman kepada Sissoko jelang pertandingan melawan Bhayangkara FC.
Pada tanggal 2 November atau H-1 sebelum pertandingan, PT LIB menerbitkan Nota Larangan Bermain (NLB) kepada Mitra Kukar.
Di sana hanya tertulis pemain Mitra Kukar, Herwin Tri Saputra, dan pemain Bhayangkara FC, Indra Kahfi, yang tidak boleh bermain. Artinya Sissoko dipersilahkan bermain. Kami heran juga dan itu yang membuat kami memainkan Sissoko.
Kami baru tahu tanggal 4 November bahwa ternyata ada hukuman sanksi tambahan kepada Sissoko. Kami juga tahunya dari media bukan dari Komdis PSSI.
Kami tetap menjalin komunikasi dengan Pak Endri dan tetap tidak kepantau sama Pak Endri kalau ada email tersebut.
Setelah ditelusuri ternyata email tersebut masuknye ke email Pak Endri. Dari sana kami lihat bahwa surat tersebut juga ditembuskan kepada PT LIB.Kenapa LIB tidak membuat NLB kepada Sissoko. Padahal kalau itu dibuat, kami juga tidak akan menurunkan Sissoko dalam laga tersebut.
Sebelumnya pas H-1 sebelum pertandingan ketika sesi jumpa pers dengan media, pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengatakan bahwa Sissoko tidak akan bermain saat melawan Bhayangkara FC karena harus menjalani hukuman.
Saat itu kan kami belum tahu dan kami bingung kenapa Sissoko tidak bisa bermain, padahal hukumannya sudah selesai waktu lawan Persib.
Pihak Bhayangkara FC juga tidak melakukan protes kepada kami pas hari H pertandingan. Mereka hanya melakukan protes selepas pertandingan. Itu pun kami tahunya dari media.”






