Beritaboladunia.net - “Akan ada rekrutan yang menggairahkan, pemain besar dengan status bintang lima. Apa yang kami lakukan sebelumnya [pada musim 2016/17] mungkin kurang begitu mengigit,” begitu janji presiden Barcelona, Jose Maria Bartomeu, seperti dilansir Marca di pengujung musim lalu.
Apa kemudian yang akan terjadi di bursa musim panas ini justru memperlihatkan hal yang berbalik arah. Hingga jendela transfer akan segera akhir dua pekan lagi, tak satu pun pemain top dunia yang telah direkrut sesuai janji Bartomeu.
Sejauh ini Barca memang telah mengeluarkan dana sabesar €87,5 juta untuk menggaet empat pemain baru. Benar jika keempat pemain itu miliki kualitas yang memadai, namun satu pemain dari diantaranya yang punya status bintang lima. Entah itu Marlon, Gerard Deulofeu, Nelson Semedo, sampai yang terakhir Paulinho.
Segalanya diperburuk dengan ketidakmampuan Barca mempertahankan salah satu aset paling berharganya, Neymar. Memang Blaugrana mendapat kompensasi fantastis sebesar €222 juta, tapi mustahil untuk mencari pengganti sepadan The Golden Boy dalam waktu dekat.

Imbasnya mulai kerterpurukan Barca yang telah dipermalukan oleh rival abadinya, Real Madrid, di ajang Piala Super Spanyol 2017. Los Blancos yang begitu tampil gemilang dalam dua pertemuan tersebut, akhirnya sukses keluar sebagai kampiun lewat kemenangan agregat 5-1.
Kemenangan itu lah menjadi kekelahan sepanjang sejarah Barcelona saat tampil di Piala Super Spanyol. Skor agregat yang sama, kala mereka takluk dari Madrid di edisi 1990 dan Athletic Bilbao pada edisi 2015.
Jika dilihat dari kekalahan Barca saat dibungkam dengan skor 3-1 dan telah dikandaskan di Santiago Bernabue dengan skor 5-0, kita bisa mengerti dari titik kelemahan dari Blaugrana di lini depan kurang bisa menyelesaikan peluang dan di lini Pertahan mereka lemah.

Para pemain Barcelona saat ini bisa dibilang cukup untuk mengusung target hanya sekedar kompentitif di kompentisi domestik maupun Eropa. Namun ini adalah Barca, klub yang punya semboyan “més que un club” (lebih dari sebuah klub). Mereka adalah klub yang punya kewajiban menjuarai semua gelar yang diikuti pada setiap musimnya.
Siasat tepat dan cepat harus segera dilakukan di sisa waktu bursa musim panas ini, jika tak ingin kampanye musim 2017/18 berakhir dengan kehampaan. Sederet amunisi bintang lima yang menggairahkan wajib didatangkan, sesuai janji Bartomeu. Apalagi mereka punya modal €222 juta dari hasil penjualan Neymar.
Barca selayaknya segera merampungkan proses transfer Ousmane Dembele untuk gantikan Neymar dan Philippe Coutinho sebagai pewaris takhta Iniesta. Kedua pemain itu dipandang sebagai amunisi yang tepat dengan filosofi Barca dan miliki segala atribut untuk jadi pemain bintang lima.
Jika prosesnya terus berlarut-larut, bukan mungkin nasib kedua buruan itu akan sama seperti Marco Verratti dan Hector Bellerin. Sudah menyatakan minat berkarier di Camp Nou, tapi akhirnya urung terjadi karena Barca membuat segalanya jadi rumit dalam proses negosiasi.

Selain itu pembenahan radikal juga harus dilakukan di akademinya, La Masia. Bertahun-tahun lamanya La Masia jadi senjata utama Barca dalam mengarungi kompetisi level tertinggi. Sederet pemain fantastis mampu dilahirkan sejak revolusi yang dilakukan Johan Cruyff.
Mulai dari Pep Guardiola, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Gerard Pique, sampai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah sepakbola, Lionel Messi. Pada 2014 lalu La Masia bahkan pernah dinobatkan sebagai akademi pengekspor pesepakbola terbanyak di Eropa, versi The Guardian.
Sayangnya magis La Masia perlahan memudar. Terutama dalam tiga tahun terakhir, di mana sangat sedikit lulusan barunya tembus skuat utama apalagi jadi andalan Barca. Sepanjang sejarah, perpaduan sempuran pemain bintang lima dan lulusan terbaik La Masia selalu hadirkan garansi kejayaan Azulgrana.
Menimbang segala situasinya, Barca harus kembali melakukannya musim ini atau kampanye 2017/18 bisa jadi musim terburuk mereka dalam sedekade terakhir.






