Paris - Raksasa Ligue 1, PSG tak akan menghalangi UEFA untuk datang ke kantor mereka guna menyelidiki dugaan penyimpangan Financial Fair Play (FFP).
Dalam pemberitaan sebelumnya, UEFA menyebut bahwa mereka sedang menyelidiki aktifitas belanja besar PSG di bursa transfer musim panas ini.
Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, menegaskan bahwa klubnya tak melanggar aturan saat memboyong Neymar dari Barcelona seharga 222 juta euro serta Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan nilai tebusan yang konon mencapai 180 juta euro.
“Kami sangat percaya diri. UEFA bisa melakukan apa yang mereka mau, tak ada yang disembunyikan. Kami menyambut UEFA di kantor kami dengan senang hati. Kami sangat transparan,” tegas Al-Khelaifi seperti dikutip Soccerway (07/09/2017).
“Hal terpenting adalah bekerja untuk proyek kami, klub kami. Kami menghormati semua regulasi. Jika ada beberapa klub yang tidak senang, itu bukan masalah bagi kami,” lanjutnya.
“Tujuan hari ini adalah untuk memperkenalkan Kylian. Saya tak mau bicara detail tentang Financial Fair Play, saya tak mau menjelaskan bagaimana kami mendapatkan uang kembali, bagaimana kami ingin menjual,” tandasnya. (Edy - beritaboladunia.net)






