PSG Tak Gentar Dengan Investigasi UEFA

Paris - Paris Saint-Germain mengaku percaya diri bisa lolos dari sanksi UEFA terkait potensi pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP) menyusul transfer jor-joran yang mereka lakukan.

PSG Klub menjadi pusat perhatian di musim panas ini setelah ia berhasil merekrut Neymar dari Barcelona dengan status pemain termahal. PSG bahkan juga telah mengamankan Kylian Mbappe dari AS Monaco, yang meski berstatus pinjaman tapi memiliki klausul kontrak permanen senilai 180 juta.

Untuk transfer keluar, PSG cuma menjual Blaise Matuidi dan Serge Aurier yang tentu tak cukup untuk menutup pembelian mewah Les Parisiens. Akibatnya, pasukan Unai Emery itu mendapat sorotan tajam dan pada Jumat (1/9) UEFA mengumumkan akan menginvestigasi masalah ini.

Akan tetapi, PSG optimistis bisa menghindari sanksi dari otoritas tertinggi sepakbola Eropa itu. Klub ibu kota Prancis itu juga mengaku sudah beberapa kali menjalin kontak dengan ofisial UEFA — terkait transfer Neymar dan Mbappe — untuk memastikan tidak ada aturan FFP yang mereka langgar

“Kami sangat percaya diri dengan kemampuan klub untuk mendemonstrasikan bahwa kami bisa mematuhi FFP untuk tahun fiskal 2017/18. Ditegaskan pula bahwa kami selalu mengoperasikan segala hal secara transparan kepada UEFA, institusi yang kami percaya dan hormati dalam enam tahun terakhir,” pertanyaan resmi dari PSG.

PSG juga menyatakan optimisnya bisa menyeimbangkan neraca keuangan klub lewat berbagai jalur seperti pendapatan dari sponsor, merchandise, tiket, hak siar, dan tur pramusim.

PSG sebelumnya pada Mei 2014 lalu pernah disanksi UEFA karena dianggap melanggar FFP terkait sponsor ilegal dari Qatar. PSG didenda €40 juta dan hanya boleh mendaftarkan 21 pemain di skuat Liga Champions 2014/15.