Dortmund - Bek Borussia Dortmund, Marc Bartra mengatakan bahwa dirinya sempat takut kariernya akan berakhir lebih cepat saat menjadi korban teror bom yang mengenai bus timnya jelang laga Liga Champions menghadapi AS Monaco pada bulan April lalu.
Eks pemain Barcelona itu menjadi satu-satunya pemain yang terkena dampak cukup parah dalam rangakain tiga ledakan dan membuat bus tim mengalami kerusakan cukup parah dan harus dilarikan ke rumah sakit guna memulihkan kondisi lengan kanannya.
Pemain berusia 26 tahun itu akhirnya bisa pulih dari cedera dan kembali memperkuat timnya dalam laga penutup Bundesliga Jerman musim ini menghadapi Werder Bremen. Walau demikian trauma akan kejadian yang mengerikan itu tetap ia rasakan.
“Ketika teror terjadi, saya sempat menyangka tak akan bisa bermain lagi,” ungkap Bartra kepada Kicker setelah kemenangan Dortmund di laga final DFB-Pokal lawan Eintracht Frankfurt (30/05/2017).
“Awalnya saya tak bisa bergerak dalam lima atau sepuluh menit pertama dan saya sama sekali tak bisa mendengar apa pun.”
“Ketika dokter mengatakan bahwa operasi saya berjalan mulus dan saya bisa kembali bermain setelah sebulan pemulihan, itu merupakan berita yang tak bisa digambarkan dan sangat indah.”
“Saya merasa lebih kuat sekarang ketimbang sebelumnya. Saya begitu sedih mengetahui hal buruk semacam itu bisa terjadi. Sungguh beberapa pekan yang menyulitkan tapi sekarang kami bisa menikmati kemenangan.” pungkasnya. (Edy - beritaboladunia.net)
Portal berita sepak bola terupdate






