Milan - Mantan arsitek tim Udinese Francesco Guidolin menyebut bahwa ia sempat menerima tawaran untuk menukangi Inter Milan tahun lalu, selain beberapa tawaran lainnya seperti melatih timnas Italia dan sejumlah klub elit didaratan Italia.
Pelatih yang pernah membesut Vicenza, Udinese dan Swansea City itu kini lebih aktif sebagai pandit untuk televisi di Italia dan mengatakan pada La Gazzetta dello Sport bahwa ia belum tertarik untuk kembali ke dunia olahraga.
“Saya sedang menunggu sebuah proposal yang akan memperkaya saya secara profesional daripada secara ekonomi. Mungkin di luar negeri, mungkin tim internasional. Saya butuh sesuatu yang menarik hati,” ujarnya (08/10/2017).
“Saya tak menerima telepon langsung, tapi ada sinyal dan saya merasa ini masalah waktu. Kemudian, presiden FIGC Carlo Tavecchio mengaku telah memikirkan saya. Sangat menyenangkan untuk menjadi kandidat dengan Conte untuk peran sebagai pelatih timnas,” sambungnya.
“Saya tak menyesal karena saya bangga dengan hasil kerja saya. Saya mencapai Eropa delapan kali: empat kali dengan Udinese, dua di Palermo, sekali bersama Udinese dan Bologna, meskipun itu Piala Intertoto. Saya memenangkan Coppa Italia bersama Vicenza, ditambah membawa klub promosi tiga kali dari Serie B ke Serie A,” tambahnya.
Selain timnas Italia, Guidolin juga menyebut menerima tawaran dari klub-klub besar Serie A. Mulai Inter Milan, Juventus, Lazio hingga Napoli.
“Sekitar 20 tahun yang lalu, dalam periode yang berbeda, saya beberapa inci dari bangku Inter dan Lazio. Pada tahun 2004 saya berhubungan dengan Juventus, yang kemudian membawa Fabio Capello,” lanjutnya.
“Pada tahun 2013 Auerelio De Laurentiis memanggil saya untuk Napoli dan saya mengatakan tidak, karena saya yakin saya akan berada di Udinese selama sisa karir saya. Itu terbukti tak terjadi.”
“Keputusan yang paling menyiksa dan sulit adalah menolak Inter Milan tahun lalu, karena saya adalah pendukung Inter di hati. Sewaktu kecil, saya hidup di era Grande Inter, tapi mereka menawari saya peran pelatih interim setelah Frank de Boer dipecat.”
“Saya mendapatkan perasaan bahwa saya hanya akan permanen bila saya memenangkan hampir semua pertandingan, yang tak mungkin dilakukan. Jadi saya memutuskan minggir dan mereka akhirnya mempekerjakan Stefano Pioli. Tak masalah dan saya tetap pendukung Inter,” tandasnya. (Edy - beritaboladunia.net)






