Beritaboladunia.net - Juru taktik Chelsea, Antonio Conte kadang merasa benci dengan pekerjaannya sebagai manajer, dengan hal tersebut membuat dirinya tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya.
Pelatih asal Italia tersebut membuka diri tentang masa lalu yang cukup buruk yang sudah ia alami, di mana ia harus dipaksa berpisah dengan istri dan anaknya di musim perdana di Stamford Bridge, yang disudahi dengan sukses memenangkan Premier League.
Pria usia 48 tahun tersebut belakangan ini mengajak keluarganya untuk pindah ke London, namun demikian ia mengaku mengalami kesulitan menyesuaikan diri dan juga membagi waktu.
Baca juga : Menang Atas Chelsea, Hogson : “Pemain Palace Layak Untuk Mabuk”
“Ya, saya selalu melakukan pekerjaan ini. Saya melatih tim pertama saya berusia 14! Saya melatih tim yang terdiri dari murid sekolah dasar,” tutur Conte. “Saya selalu menyukainya. Saya selalu merasa bisa melakukan ini, bahwa ini akan menjadi bagian dari hidup saya.”
“Namun kadang saya membencinya. Kadang saya membenci pekerjaan ini, karena kadang anda kehilangan kehidupan anda. Jika anda ingin melakukan pekerjaan ini, menjadi pelatih yang hebat, anda harus mengorbankan kehidupan anda dan kadang saya membenci ini.”
“Saya senang menghabiskan waktu bersama keluarga. Tahun ini akan lebih baik karena mereka pindah ke Inggris. Namun tidak mudah karena pekerjaan ini amat intens. Pikiran saya selalu berkaitan dengan sepakbola.”
Conte sendiri sebelumnya mengatakan bahwa dirinya tidak berniat bekerja di luar negeri terlalu lama.






