Legenda MU Tak Pernah Rela Melihat Liverpool Juarai EPL

Legenda MU Tak Pernah Rela Melihat Liverpool Juarai EPL

Manchester - Mantan punggawa Manchester United, Gary Neville, mengatakan bahwa dirinya tak pernah rela membiarkan Liverpool menjadi jawara Liga Premier Inggris.

Liverpool memang telah lama tidak menasbihkan dirinya sebagai juara EPL. Terakhir kali mereka menggenggam trofi EPL pada musim 1989-90. Dan itu berarti sudah 27 tahun mereka puasa gelar.

The Reds hampir saja meraih gelar pada musim 2002-03. Namun tim yang saat itu ditukangi oleh Gerard Houllier harus mneyerah oleh Arsenal dalam perebutan gelar juara EPL.

Pada musim 2008-09, Liverpool juga kembali dalam persaingan panas menuju tangga juara saat dibesut oleh Rafael Benitez. Namun pada akhirnya mereka kalah bersaing dari MU.

Dan terakhir kalinya di musim 2013-14 Liverpool berada diambang juara EPL, di bawah asuhan Brendan Rodgers. Namun lagi-lagi mereka ditikung oleh Manchester City karena terpeleset di laga menghadapi Chelsea dan Crystal Palace.

“Saya tidak pernah ingin mereka memenangkan liga lagi. Saya pernah menjadi komentator bagi Sky beberapa tahun yang lalu ketika City dan Liverpool bersaing jadi juara liga, dan pergi ke Anfield untuk bertugas, Anda bisa merasakan ketegangannya,” ungkap Gary pada Stretty News TV (29/09/2017).

“Menjadi penggemar United, memenangkan liga untuk pertama kalinya (dalam masa Neville) - seperti di Anfield… membangun. Mereka mengalahkan City. Ada antrean suporter yang datang untuk menyaksikan tim datang. Dan kemudian pertandingan Chelsea datang, dan mereka mengecewakan Jose karena mereka tidak akan memindahkan permainan tersebut dari hari Minggu ke hari Sabtu,” kenangnya.

“Saya selalu ingat melakukan tuga sebagai komentator pada pertandingan itu dan Jose keluar, berjanggut lebat, terlihat seperti tidak tidur, memakai celana training, terlihat sama sekali tidak seperti Jose. Dan ia fokus. Ia tidak akan membiarkan mereka pernah, pernah memenangkan pertandingan itu. Mereka membuat dirinya kesal, mereka membuatnya marah. Dan saya selalu ingat berpikir bahwa hal itu pada akhirnya merugikan mereka. Ada rasa lega, sebenarnya, dalam beberapa hal,” tandasnya. (Edy - beritaboladunia.net)