Beritaboladunia.net - Di awal musim 2016/17, Claudio Ranieri dengan status sebagai pelatih tim juara bertahan tampak seperti tak tersentuh pemecatan. Namun setelah Liga Premier Inggris berjalan 24 pekan, manajer Leicester City itu masuk deretan paling favorit untuk dipecat.
Ranieri yang pada musim lalu mengejutkan banyak pihak dengan melambungkan Leicester menjadi jawara Premier League, yang kisahnya bahkan kemudian dianggap sebagai cerita dongeng. Dengan statusnya itu pula yang membuat Ranieri mengawali musim ini dengan posisi aman dari deretan manajer Premier League yang akan didepak oleh klubnya di tengah musim.
Bahkan hingga akhir Desember lalu, Sky Bet sebagai salah satu rumah taruhan terkemuka di ranah Inggris masih memberikan catatan koefisien 33/1. Tapi memasuki tahun 2017 pelatih asal Italia itu berada di puncak daftar pelatih yang diunggulkan untuk dipecat.
Catatan untuk Ranieri kini melonjak menjadi koefisien 7/4, menggeser manajer Middlesbrough Aitor Karanka yang sebelumnya berada di posisi puncak dengan 9/4. Salah satu faktor perubahan koefisien yang besar itu tak terlepas dari hasil pertandingan Leicester vs Manchester United yang berakhir dengan skor 0-3 untuk kekalahan Leicester.
Hasil buruk itu juga membawa Leicester berada di peringkat 16 dengan nilai 21 dari 24 pekan yang telah dijalani. Mereka hanya terpaut 1 poin lebih unggul dari Hull City yang ada di posisi ke 18 atau batas atas zona degradasi.
Perwakilan Sky Bet mengatakan sekarang kemungkinan masa depan Ranieri hanya bergantung dari belas kasih pemilik klub.
“Sangat tergantung pada seberapa loyal para pemilik dari Thailand terhadap pria yang membawa mereka ke sukses yang nyaris mustahil musim lalu. Tidak ada keraguan, cara mereka bermain tidaklah terlalu bagus untuk turun divisi,” ujar Sandro Di Michele seperti dikutip Sky Sports.
Portal berita sepak bola terupdate






