Beritaboladunia.net - Bukan cuma Piala Dunia 2022 yang terancam dengan situasi politik Timur Tengah yang telah memanas. Dunia sepakbola secara umu juga terkena imbasnya.
Meskipun Piala Dunia 2022 akan digelar lima tahun lagi dan ini terancam bisa pindah dari Qatar. Pasalnya, beberapa klub Arab telah memutuskan hubugan diplomatik dengan Qatar karena negara tersebut dianggap telah mendukung aksi terorisme.
Jika Piala Dunia 2022 masih lima tahun lagi, pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar, hal ini ternyata sudah dirasakan pengaruhnya oleh dunia sepakbola di negara-negara terkait.
Klub asal Arab Saudi, Al-Ahli, memutuskan kerja sama kontrak denga Qatar Airways hanya beberapa jam setelah pemerintah negaranya menyatakan pemutusan hubungan diplomatik. Baru diperpanjang pada Mei lalu, deal kedua pihak disebutkan bernilai Rp 208,33 miliar.
yang telah menjadi korban lainya adalah Piala Teluk (Gulf Cuo of Nations). Kompentensi dua tahun sekali ini dijadwalkan akan digelar di Doha, Qatar
Sebelumnya beberapa negara yang akan dijadwalkan untuk berpartipasi adalah Arab Saudi, Uni Emrirat Arab dan Bahrain. Ketiga negara tersbut telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Masih belum diketahui bagaiman nasib klub-klub eropa yang sahamnya telah dibeli oleh pengusaha asal Qatar. Salah satunya yang di beli sahamnya adalag Paris Saint Germain telah dibeli 100 persen sahamnya oleh Qatar Sports Invetaments pada 2011. Sedangkan pengusaha Abdullah bin Nasser Al Thani telah meguasai Malaga pada 2010.
Portal berita sepak bola terupdate






