Munchen - Striker Bayern Munchen, Thomas Muller, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terkait keputusan wasit saat laga timnya kontra Real Madrid. Muller menilai bahwa dalam pertandingan itu Bayern seperti melawan 14 orang pemain lawan.
Langkah Bayern MUnchen di Liga Champions musim ini telah terhenti. Hal ini akibat kekalahan dengan skor 4-2 yang didapatkan saat melawat ke Santiago Bernabeu pada leg kedua. Bayern harus menerima kekalahan agregat 6-3 karena pada leg pertama di kandang sendiri ditekuk oleh Madrid dengan skor 1-2.
Melihat insiden di Bernabeu, Muller mengecam kinerja pengadil lapangan yang dinilainya lebih berpihak pada Madrid. Dari beberapa kejadian, Muller menuding gol kedua Cristiano Ronaldo sebagai contoh kongkrit dari kesalahan keputusan wasit.
“Jika Anda melihat lagi bagaimana hal itu terjadi, jelas bahwa itu sangat sulit karena kami 10 pemain harus melawan 14 orang. Saat kedudukan 2-2 kondisinya sangat buruk, asisten wasit punya pandangan yang jelas,” ulas Muller.
“Itu [gol kedua Madrid] membunuh kami,” tegasnya.
Setelah gawangnya jebol untuk yang kedua kali, Bayern memang seperti kehilangan semangat. Hasilnya, pada sisa laga, gawang yang dikawal oleh Manuel Neuer kembali jebol oleh dua gol tambahan para pemain Madrid.
Meski kecewa dengan kinerja wasit, Muller mengakui bahwa timnya juga tidak bermain dengan baik.
“Kami tidak bermain dalam kinerja yang sempurna. Tapi kami bertindak seperti layaknya seorang laki-laki saat berada di atas lapangan. Itulah yang terjadi saat Anda melihat apa yang kami lakukan dengan cara main kami,” tutup pemain internasional Jerman ini. (Edy - beritaboladunia.net)
Portal berita sepak bola terupdate






