Beritaboladunia.net – FIGC selaku Federasi Sepakbola Tertinggi di Italia tidak akan segan menghukum tim yang kedapatan melanggar kebijakan mereka dalam menjalani sebuah laga. Sanksi yang diberikan ke dalam bentuk denda dan larangan penonton hadir dalam laga kandang mereka berikutnya.
Para pendukung Lazio yang menjadi sorotan dalam laga Liga Italia Serie A giornata ketujuh akhir pekan lalu, mereka melantunkan nyanyian rasisme kepada pemain lawan mereka saat itu, Sassuolo. Nyanyian tersebut ditujukan untuk mencemooh pemain Sassuolo seperti Claud Adjapong dan Alfred Duncan.
Seperti dilansir dari AS, fans Lazio sudah mendapat peringatan dari panitia pertandingan untuk menghentikan nyanyian yang berbau rasisme tersebut. Namun mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut bahkan melakukan hal serupa hingga dua kali.
Terdapat sekitar 2000 penonton yang kedapatan melantunkan lagu rasisme sebagai bentuk cemoohan mereka kepada pemain Sassuolo, terjadi di menit 31 dan 77 dalam laga tersebut. Imbasnya FIGC akan melarang pengisian penonton Olimpico Stadium di tribun utara dalam dua laga kandang Lazio.
Lazio dilarang dihadiri sejumlah supporternya ketika berhadapan dengan Cagliari pada 22 Oktober dan Udinese 5 November. Kejadian serupa sempat terjadi juga di Olimpico Stadium dan juga memberikan sanksi kepada pihak Lazio ketika terjadi dalam Derby Roma akhir bulan April lalu.
Selain Lazio, ada juga Atalanta dan Juventus yang mendapat sanksi dari FIGC. Pihak Atalanta selaku tuan rumah disanksi membayar denda 10 ribu euro karena fans mereka melakukan pelemparan botol, sementara Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici didenda 20 ribu euro karena dinilai mengganggu kinerja VAR (Video Assistant Referee).






