Beritaboladunia.net – Striker Manchester United, Romelu Lukaku mengimbau fans timnya sendiri untuk tidak lagi mendukung timnya dan dirinya dengan nyanyian nyeleneh. Lukaku sadar usaha yang dilakukan fans atas dirinya merupakan bentuk dukungan namun nilai-nilai dalam nyanyian tersebut berbau kontroversi.
Fans Manchester United sempat di kecam organinasi anti-rasisme, Kick It Out karena nyanyian yang dinyanyikan fans di Old Trafford mengandung unsur SARA. Sejak saat itu, lagu tersebut menjadi perdebatan karena bagi fans Manchester United sendiri tidak membuat lagu dan menyanyikannya dengan maksud rasisme.
Bahkan mereka tetap melakukannya lagi dan tetap menyanyikan dukungan nyeleneh mereka terhadap Romelu Lukaku yang sudah tampil impresif sejak didatangkan dari Everton musim panas lalu. Fans Manchester United bangga dengan kualitas tajam Lukaku hingga akhirnya nyanyian spontan dukungan mereka menjadi kontroversial.
Lukaku tidak ingin Manchester United dan fansnya sendiri mendapatkan masalah dari organisasi lainnya. Ada baiknya mereka menghentikan melantunkan nyanyian mereka di stadion demi kebaikan bersama.
Romelu: “Great backing since I joined #MUFC. Fans have meant well with their songs but let’s move on together. #RespectEachOther“
— Manchester United (@ManUtd) September 21, 2017
“Dukungan yang hebat sejak saja gabung MUFC. Fans bermaksud baik dengan chants-chants mereka, tapi ayo move on bersama-sama #HargaiSatuSamaLain.”
Baca Juga : Pelatih Southampton Isyaratkan Turunkan Van Dijk Saat Hadapi MU
Sebelumnya, pihak manajemen klub juga sudah mengecam nyanyian fansnya sendiri. Dengan tegas mereka menginstruksikan para fans untuk tidak melakukan hal yang berbau kontroversial di dalam stadion termasuk nyanyian dukungan nyeleneh terhadap Lukaku.
We remind fans of our commitment to ensuring Old Trafford remains inclusive for all. Action will be taken against any offensive behaviour.
— Manchester United (@ManUtd) September 20, 2017
“Kami mengingatkan para fans tentang komitmen kami untuk memastikan Old Trafford tetap inklusif untuk semua. Tindakan akan diambil terhadap perilaku ofensif apapun.”






