Beritaboladunia.net – Mantan manajer Liverpool, Brendan Rodgers mengakui butuh waktu setelah berhenti dari jabatannya menukangi Liverpool. Rodgers merasa tekanan berat yang sudah dialaminya membuatnya harus rehat dalam karirnya dan kini kembali dihadapkan pada tekanan di Glasgow Celtic bahkan lebih besar.
Rodgers sempat hampir memberikan gelar Liga Premier Inggris untuk Liverpool pada tahun 2014 lalu namun di tahun 2015, jabatannya diakhiri oleh pihak manajemen. Setelah itu Rodgers memutuskan untuk istirahat selama 17 bulan hingga akhirnya menangani raksasa Skotlandia, Celtic.
“Ketika saya keluar dari Liverpool, saya butuh istirahat. Pekerjaan itu sangat intens. Itu sungguh menguras tenaga. Kami pindah ke London hanya untuk menjauh dari tekanan tersebut,” ungkap Rodgers pada Liverpool Echo.
“Saya telah mendapat penawaran dari Inggris dan beberapa dari Tiongkok di mana uangnya sangat bagus, dan itu menggoda bagi seorang anak laki-laki dari Irlandia Utara.Tapi saya baru keluar dari salah satu institusi terbesar di dunia dan saya harus menemukan tekanan itu lagi. Saya sudah menemukan itu sekarang,” tuturnya.
Rogders merasa menangani Celtic memiliki tantangan yang lebih berat ketimbang Liverpool. Sebagai klub raksasa negaranya, Rodgers dituntut harus selalu menang sesuai dengan tradisi timnya menjuarai kompetisi domestik.
“Dengan Liverpool, Anda bisa pergi bermain away dan meraih hasil imbang dan itu tidak apa-apa. Tapi Celtic, Anda harus memenangkan setiap pertandingan. Ini adalah tekanan yang berbeda. Saya mengalami hal yang nyaris sama dengan manajer lainnya untuk bisa memenangkan titel juara liga. Musim itu, dengan para fans, itu spesial.”






