Beritaboladunia.net – Manajer Chelsea, Antonio Conte membeberkan kunci sukses seorang manajer di kompetisi Eropa. Menurut Conte semua manajer harus memiliki kepemimpinan atas seluruh pemain dan punya kontrol penuh untuk setiap pemain. Jika tidak, manajer tersebut harus siap dengan perseteruan internal tim dan akan membuat tim tersebut hancur.
Antonio Conte memang secara mengejutkan ingin melepas Diego Costa karena dianggap punya sifat keras yang bisa berimbas kepada persatuan tim. Conte bahkan secara langsung mengirimkan pesan singkat kepada Diego Costa bahwa striker asal Brazil tersebut tidak akan lagi masuk dalam skuat utamanya musim depan.
Ditambah Chelsea sudah mengeluarkan banyak dana untuk mencari pengganti Diego Costa dengan mendatangkan Alvaro Morata.
Hal ini diikuti pernyataan Conte terkait kesuksesan seorang manajer dalam ruang ganti mereka. Conte penah dilatih oleh beberapa manajer besar ketika masih menjadi pemain di Italia, melalui para seniornya Conte belajar hal tersebut untuk menghindari perseteruan dalam internal tim antar pemain Chelsea dengan dirinya.
“Jika saya cuma keras pada pemain muda dan bukan pemain senior, maka itu bukan cara yang bagus untuk mendapat respek di ruang ganti,” tutur Conte di Goal International.
“Para pemain ada di level yang sama dan kadang saya menuntut lebih dari pemain senior ketimbang pemain muda - mereka punya pengalaman untuk mengajarkan sikap yang benar pada pemain muda.”
“Pelatih harus benar-benar mengontrol ruang ganti. Jika tidak, akan ada anarki. Ya, anarki. Ketika saya masih jadi pemain, Lippi Trapattoni, Ancelotti, Sacchi, pelatih saya, mereka benar-benar mengontrol ruang ganti.”
“Jika tidak, anda sama saja bersiap untuk mati. Jika ini tak terjadi, anda seperti bersiap untuk mati.”
Portal berita sepak bola terupdate






