Beritaboladunia.net - Kegagalan Southampton meraih gelar juara atas Manchester United memang mengecewakan, mereka kalah dengan skor 3-2. Mereka bisa mengimbangi permainan Manchester United, mereka bisa saja memperoleh hasil seimbang jika saja gol Manolo Gabbiadini di awal pertandingan tidak dianulir oleh wasit. Keputusan ini memand sedikit kontrobersial karena wasit memutuskan bahwa Gabbiadini terlebih dahulu pada posisi offside dan kemudian wasit menganulir gol tersebut.
Setelah gol tidak sah tersebut, Manchester United balik mengungguli mereka dengan dua gol di babak pertama, namun pada babak kedua Manolo Gabbiadini menunjukkan kelasnya sebagai striker andalan Southampton dengan mencetak dua gol dan menjadi penyeimbang dalam pertandingan ini, pada akhirnya Ibrahimovic kembali mencetak gol keduanya sekaligus menjadi gol kemenangan Manchester United memenangkan pertandingan Final EFL Cup ini.
Manajer Southampton, Claude Puel menyatakan sangat kecewa dengan keputusan wasit, gol awal Gabbiadini tidak seharunya dianulir karena jika melihat siaran ulang, striker tersebut berada di posisi onside. Meski kecewa dan dirugikan, Puel mengaku puas atas penampilan anak asuhnya.
“Kami mencetak gol duluan, keputusannya tidak menguntungkan kami. Saya bangga pada para pemain saya atas pertandingan yang fantastis,” ungkapnya. “Tentu saja ini adalah kekecewaan besar, dengan kualitas laga seperti itu. Saya tetap bangga pada para pemain.”
“Mungkin [gol yang dianulir itu adalah titik balik], selalu bagus kalah bisa unggul 1-0. Saya tentu mengharapkan video untuk ke depannya, untuk situasi seperti ini di pertandingan.”
“Namun untuk saat ini, sepakbola tanpa video dan kadang-kadang keputusan buruk datang merugikan kami atau tim lain. Penting untuk menerima ini, tapi saya juga kecewa atas nama pemain, para fans. Saya ingin mengatakan itu untuk para fans karena kami mendapat dukungan besar di pertandingan.” pungkasnya.
Portal berita sepak bola terupdate






