Beritaboladunia.net - Pertandingan lanjutan Liga Inggris matchday ke 26 ketika Chelsea berhasil mengalahkan Swansea City menjadi momen baik untuk Fabregas, dia menyadari akan sikap yang awalnya marah dengan sang manajer, Antonio Conte karena dirinya tidak dimasukkan dalam rencana skuat utama Chelsea musim ini. Namun Fabregas tetap bertahan dan pertandingan ini adalah 300 penampilannya di premiere league, Fabregas juga ikut menyumbangkan gol untuk kemenangan Chelsea dengan skor 3-1.
“Saya tahu kadang saya tidak sering bermain, namun di sesi latihan pun saya belajar. Kadang anda berpikir jika anda sudah bermain lama, sering memenangkan trofi, anda sudah melakukan semua. Dan kemudian anda sadar, di sepakbola anda tak bisa tahu segalanya,” tutur Fabregas di Express.
“Saya sudah membalikkan situasi musim ini. Saya memutuskan untuk menantang diri saya sendiri. Tidak semua dalam hidup ini datang dengan mudah. Kadang anda harus berjuang. Saya mengerti ada keraguan dengan filosofi manajer. Saya sendiri tidak terlalu suka bertahan. Namun saya sudah membuktikan bahwa saya bisa beradaptasi.”
“Pengalaman dan kedewasaan sudah membantu saya. Awalnya, ketika saya tidak bermain, saya meminta orang-orang untuk tidak bicara dengan saya, karena saya marah. Namun seiring berjalannya waktu, itu berubah. Saya sendiri ingin bermain, namun kadang anda memang harus berjuang. Cara termudah adalah untuk lari, menciptakan drama.”
Fabregas menyadari sikap marahnya tersebut, dan akhirnya kini dia mengakui punya kondisi yang bagus dan hubungannya dengan sang manajer terjalin sangat baik.
“Saya merasa amat baik. Saya dalam kondisi yang bagus. Saya sudah bermain lebih banyak dari yang seharusnya dilakukan pemain berusia 29 tahun. Namun dalam pemikiran saya, saya merasa masih muda. Bersama Conte, saya belajar mengenai hal baru, situasi baru, sikap baru, filosofi baru. Ini membuat semuanya menghibur.”
Portal berita sepak bola terupdate






