Jose Mourinho mengakui bahwa memang sangat sulit untuk bisa menggantikan sosok Sir Alex Ferguson di Manchester United. Tapi, Mourinho sendiri merasa tertantang untuk melakukannya. Fergie adalah seorang sejarah untuk ‘Setan Merah’ karena di tangannya klub itu telah menjelma sebagai raksasa dunia. Sederet gelar yang cukup bergengsi selama 26 tahun masa kepemimpinan jadi bukti betapa superiornya MU saat itu.
Tengok saja 13 buah gelar Premier League diraih di era Fergie plus dua trofi Liga Champions. Siapapun yang bisa menggantikan Fergie sudah pasti akan membebani siapapun penerusnya. Hal itu terbukti ketika Fergie telah memutuskan pensiun usai musim 2012/2013, MU sudah tiga kali berganti manajer. David Moyes menjadi korban pertama setelah dia tak menuntaskan tugasnya di musim 2013/2014 dan MU finis posisi ketujuh klasemen.
Selama dua tahun kepelatihan Louis van Gaal pun, MU pun tak membaik meski berhasil menjuarai Piala FA musim. Tiga musim setelah Fergie pergi, MU sudah gagal dua kali lolos ke Liga Champions meski sudah banyak mendatangkan pemain baru dengan harga selangit.
Kini MU telah memasuki era baru bersama Mourinho, manajer berpengalaman dengan segudang prestasi di klub-klub sebelumnya, yang sanagt diharapkan bisa mengubah peruntungan juara 20 kali Liga Inggris itu. Beban besar tentu saja tengah berada di pundak Mourinho yang musim ini dibekali skuat yang tangguh dengan kehadiran Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic.
“Saya tidak merasa itu sebagai sebuah beban, sejarah hebat klub ini bagi saya adalah hal positif dan bukan sesuatu yang negatif,” ujar Mourinho. “Masalahnya adalah, apakah kondisi Anda bisa mendukung Anda untuk meraih sukses? Itu beda cerita namanya,” sambungnya.
“Hal berbeda ketika pemain-pemain seperti Gary Neville, Paul Scholes, David Beckhamm, Ryan Giggs, dan Nicky Butt, saat berumur 25, 26, 27 tahun. Beda juga tentunya ketika mereka jika berumur 30, 31, 32; hal lain yang tak pernah terjadi.”
“Tentu saja itu akan berpengaruh, maka ada banyak generasi dan saat David datang mungkin situasinya tidak mudah, tidak mudah untuk langsung bisa menjadi juara.” “Di saat bersamaan dan saya rasa ini yang terpenting, Premier League pun berubah,” tutupnya.
Portal berita sepak bola terupdate






