Manchester – Manajer Manchester United, Jose Mourinho menyatakan dirinya sebenarnya adalah sosok yang kocak diluar lapangan karena gemar melontarkan gurauan dan suka melawak.
Namun kehadiran di Manchester United kerap disalahartikan sebagai manajer angkuh oleh media, padahal jurnalis yang memantau kegiatan sehari-harinya mengetahui menjadi manajer di tim sekaliber Manchester United dijalani penuh dengan tekanan.
Jose Mourinho datang mengarsiteki timnya tahun 2016 lalu dengan memilih kediaman di Hotel Lowry, hotel bonafit di Manchester dan memiliki banderol mahal untuk semalamnya. Mourinho bahkan tinggal di hotel tersebut hampir semusim sebelum menemukan kediaman terbarunya, dan bergaya hidup mewah yang akhirnya membuat jurnalis menilainya sombong.
“Orang-orang tidak tahu seperti apa saya sebenarnya. Menurut saya, saya kadang bisa jadi orang yang lucu, mungkin mengeluarkan beberapa lelucon konyol atau semacamnya,” tuturnya di FFT.
“Konferensi pers, saya tidak suka itu. Pertandingan, saya fokus pada pertandingan.”
“Wawancara pra-pertandingan dan pasca-pertandingan masih menjadi bagian dari tekanan untuk pertandingan, jadi mungkin orang-orang jadi salah menilai saya.”
Baca Juga : Aubameyang dan Mkhitaryan Dinilai Bukan Sebagai Jawaban Masalah di Arsenal
Mourinho mengakui peliputan dirinya terlewat karena kelalaian para jurnalis yang tertidur di lobi hotel, padahal Mourinho mengakui berlalu lalang ketika ingin memulai hari kerjanya hingga pulang. Bukan karena dirinya cenderung menghindari media bersangkutan.
“Jurnalis yang tidur di depan pintu hotel Lowry, dia melihat saya di pagi hari ketika saya tidur, dia melihat saya kemudian ketika saya pulang dan saya kelelahan. Dia ada di sana selama 24 jam sehari, namun dia tak bisa mendapatkan gambar yang bagus.”
(Johan Irawan - Beritaboladunia.net)






